Arkeolog Yakin Neanderthal yang Ciptakan Api, Alat 400.000 Tahun Ini Buktinya

2026-01-12 13:07:27
Arkeolog Yakin Neanderthal yang Ciptakan Api, Alat 400.000 Tahun Ini Buktinya
- Siapa yang pertama kali menciptakan api secara mandiri?Temuan pirit berusia 400.000 tahun di Inggris memunculkan hipotesis baru terkait Neanderthal.Para ilmuwan kini berspekulasi bahwa Neanderthal mungkin adalah inovator teknologi api pertama di dunia, jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.Pembuatan api diyakini dilakukan di Eropa, kemudian menyebar ke Afrika.Baca juga: Tas dan Baju Kulit Tahan Air Ada Sejak 100.000 Tahun Lalu, yang Bikin NeanderthalSerpihan kecil pirit atau "emas palsu," yang ditemukan di situs arkeologi Barnham, Suffolk timur, mendorong mundur bukti penciptaan api terkontrol hingga lebih dari 400.000 tahun yang lalu.Temuan ini tidak hanya mengubah pemahaman tentang Neanderthal tetapi juga mengisyaratkan bahwa perkembangan utama otak manusia dimulai jauh lebih awal."Neanderthal adalah spesies yang menggunakan api untuk membentuk dunia di sekitarnya," kata Rob Davis, seorang arkeolog Paleolitik di British Museum dan rekan penulis studi, dalam konferensi pers, Selasa seperti dikutip Live Science.Rob Davis menekankan bahwa kemampuan membuat api sangat penting dalam evolusi manusia.Ini karena mempercepat tren evolusioner seperti mengembangkan otak yang lebih besar, memelihara kelompok sosial yang lebih besar, dan meningkatkan keterampilan bahasa.Studi ini diterbitkan pada Rabu di jurnal Nature.Baca juga: Mengapa Homo Sapiens Mampu Berburu Masal, tapi Neanderthal Gagal?Situs Barnham pertama kali dikenal sebagai situs manusia Paleolitik pada awal 1900-an.Namun, penggalian terbaru oleh Davis dan rekan-rekannya mengungkap bukti pendudukan kelompok manusia purba lebih dari 415.000 tahun yang lalu.Di satu sudut situs, para arkeolog menemukan konsentrasi kapak tangan yang pecah karena panas, serta zona tanah liat yang memerah.Melalui serangkaian analisis ilmiah, para peneliti menemukan bahwa tanah liat yang memerah itu telah dikenai pembakaran lokal yang berulang, menunjukkan area tersebut mungkin adalah perapian kuno."Titik balik besar datang dengan penemuan pirit besi," kata Nick Ashton, kurator koleksi Paleolitik di British Museum, dalam konferensi pers.


(prf/ega)