Pasar Mobil Listrik di Indonesia Diproyeksi Capai 40 Persen di 2028

2026-01-12 04:22:25
Pasar Mobil Listrik di Indonesia Diproyeksi Capai 40 Persen di 2028
BEKASI, - Indonesia diproyeksi mampu mencapai pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) hingga 40 persen pada 2027–2028.Proyeksi ini muncul seiring peningkatan permintaan kendaraan listrik, turunnya harga baterai, serta perkembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin merata di sejumlah wilayah.Sebelum ke sana, CEO VinFast Asia Tenggara, Antono Zara mengatakan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, penetrasi mobil listrik di Indonesia bisa setara dengan Thailand yang sudah mencapai 25 persen.Baca juga: Mobil Listrik Harga Rp 200 Jutaan: Banyak Pilihan, Fitur Makin CanggihKompas.com/Donny Kunjungan ke pabrik VinFast di Vietnam“Apabila kita melihat penjualan BEV saat ini, saya rasa akan bisa tutup di angka 10 persen (market share) dan 15 persen tahun depan. Sehingga dua-tiga tahun ke depan mungkin bisa 25 persen,” katanya di Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.Antono menambahkan, tren tersebut berpotensi terus meningkat hingga mencapai 40 persen di 2028, sebagaimana terjadi di Vietnam seiring turunnya harga baterai dan semakin banyaknya model mobil listrik yang masuk ke pasar Indonesia.Ia menyebut, kondisi ini akan membuka peluang besar bagi percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.“Pemerintah kan menargetkan 2030 bisa 50 persen beralih ke kendaraan listrik, kami melihat angka itu realistis. Bahkan 40 persen di 2027–2028 sangat mungkin terjadi,” ujar Antono.Baca juga: Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Bus Transjakartadok.VinFast VinFast di GIIAS 2025Menurutnya, faktor utama yang akan mempercepat adopsi kendaraan listrik adalah semakin terbentuknya ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur pengisian daya dan kemudahan akses bagi konsumen.Ia menjelaskan, harga baterai sebagai komponen paling mahal pada mobil listrik kini terus menurun seiring meningkatnya pasokan bahan baku seperti litium.Dalam waktu dekat, kemajuan teknologi baterai baru seperti sodium-ion juga diperkirakan akan menekan biaya produksi hingga 50 persen lebih murah dibanding baterai litium saat ini.“Sekarang harga mobil listrik sudah mendekati mobil bensin. Dengan tren harga baterai yang terus turun, ke depan mobil listrik bisa lebih terjangkau,” katanya.Untuk diketahui, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah penjualan BEV sepanjang Januari–September 2025 mencapai 55.225 unit, atau sekitar 9,8 persen dari total pasar mobil nasional sebesar 561.819 unit.Capaian tersebut melampaui total penjualan sepanjang 2024 yang sebanyak 43.188 unit.Baca juga: Mobil Listrik China Mulai Gerus Bisnis AftermarketScreenshoot/Drive Ilustrasi mobil listrikDengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dalam setahun, arah menuju 25 persen pangsa pasar kendaraan listrik pada 2026 dinilai realistis.Namun, untuk bisa menyamai Vietnam yang telah mencapai 40 persen, Indonesia harus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik."Bisa dari pasokan baterai, jaringan pengisian daya, hingga kebijakan," ujar Antonio.


(prf/ega)