Bos BGN Ungkap Ada Konglomerat Rela Sulap "Showroom" Jadi Dapur MBG

2026-01-12 06:29:53
Bos BGN Ungkap Ada Konglomerat Rela Sulap
JAKARTA, - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, ada konglomerat yang rela menyulap showroom miliknya menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).Selain itu, kata Dadan, banyak juga lapangan futsal yang dialihkan menjadi dapur MBG.Hal tersebut disampaikan Dadan dalam Bimteknas PKS di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin lalu."Saya kira di lapangan sekarang banyak restoran yang hampir bangkrut, bangkit kembali. Banyak kafe yang hampir bangkrut, bangkit kembali. Para katering senang, banyak lapangan futsal diubah jadi SPPG. Bahkan ada showroom mobil di Semarang itu milik salah satu konglomerat sekarang jadi SPPG. Jadi semua terlibat dalam program Makan Bergizi," ujar Dadan.Baca juga: Temuan Ompreng Made In Indonesia Palsu, BGN: Kriminal, Menyesatkan, dan Membahayakan KesehatanDadan kemudian bercerita mengenai kebutuhan ayam dalam program MBG.Dia memaparkan bahwa jika dapur MBG memasak ayam untuk 3.000 orang, maka dibutuhkan 350 ayam.Jika ayam banyak dibutuhkan, maka peternaknya pun membutuhkan jagung, sehingga menimbulkan peningkatan aspek ekonomi secara sendirinya."Untuk kebutuhan ayam, karena ayam itu sering. Satu kali masak, untuk 3.000 orang butuh 350 ayam. Kalau dua kali, butuh 700 ayam. Kalau satu bulan berarti butuh 2.800 ayam. Jadi satu SPPG itu harus ada 9 kandang ayam pedaging. Balik lagi, berapa jagung yang harus ada. Ini adalah aspek ekonomi yang berkembang dari program Makan Bergizi," jelasnya.Lalu, Dadan turut menceritakan BGN yang sengaja membuat kejutan ketika Presiden Prabowo Subianto ulang tahun pada 17 Oktober lalu.Baca juga: BGN soal Ompreng MBG Berlabel Palsu di Jakarta Utara: Itu Kriminal MurniDadan menyebut, seluruh dapur MBG menyediakan nasi goreng dan telur ceplok, mengingat Prabowo sangat suka nasi goreng."Ketika 17 Oktober kemarin, kita membuat satu kejutan untuk Pak Presiden, untuk ulang tahunnya. Karena beliau itu sangat senang dengan makan nasi goreng dan telur ceplok. Maka 17 Oktober kemarin menunya hanya satu, nasi goreng telur ceplok," kata Dadan.Dadan menyebut, atas inisiatif BGN itu, permintaan telur langsung melonjak tajam.Bahkan, kata dia, Blitar saja menerima pesanan 10 ton telur dari Depok.Baca juga: BGN Ungkap Modus Ompreng MBG dari China: Dilabeli Made in Indonesia dan SNI"Tahu enggak berapa telur yang diserap hari itu? Karena telur langsung naik dari Rp 27.000 ke Rp 30.000. Sehari itu kemarin, baru 35 juta penerima manfaat, itu sudah 2.100 ton terserap dalam satu hari," kata Dadan."Wali Kota Blitar itu melaporkan ada dari Depok yang membeli langsung dari Blitar 10 ton untuk hari itu. Tahun depan ketika 82,9 juta sudah menerima manfaat, maka ketika tanggal 17 kita buat lagi menu nasi goreng dan telur ceplok, maka satu hari butuh 83 juta telur, itu 5.000 ton. Satu hari itu," imbuhnya.


(prf/ega)