BANYUMAS, - Sebanyak 21 rumah di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terpaksa dikosongkan akibat pergerakan tanah yang mengancam permukiman.Peristiwa ini terjadi pada Selasa setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat selama beberapa hari berturut-turut.Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Andi Risdianto, menjelaskan bahwa pergerakan tanah tersebut menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum di dua RT.Baca juga: 5 Lokasi Longsor di Kebumen, BPBD Imbau Warga Waspada Pergerakan Tanah"Berdasarkan hasil kaji cepat multisektoral, ada 21 rumah terdampak. Seluruh penghuni rumah kini diungsikan secara terpusat di Balai Pertemuan Desa Ketanda," kata Andi kepada wartawan, Kamis .Andi menambahkan bahwa lokasi terdampak paling parah berada di RT 06 RW 01 dan RT 07 RW 01, di mana sejumlah rumah mengalami retak dan ambles pada bagian lantai dan dinding.Baca juga: Puskesmas Gumelar Banyumas Rusak Imbas Pergerakan Tanah, Rawat Jalan Dipindah ke HalamanKOMPAS.COM/DOK BPBD BANYUMAS Kondisi bagian belakang Puskesmas Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rusak akibat pergerakan tanah usai diguyur hujan lebat, Senin .Selain permukiman, pergerakan tanah juga merusak jalan lingkungan serta dua tempat ibadah di wilayah tersebut."Total warga terdampak sebanyak 23 kepala keluarga atau 89 jiwa. Sebagian besar rumah berada di lereng yang mulai bergeser akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sumpiuh dalam beberapa hari terakhir," ujar Andi.BPBD Banyumas bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) telah menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat, termasuk pendirian dapur umum dan penyaluran peralatan pengungsian.Baca juga: KSAD Maruli Resmikan Pompa Hidram di Banyumas, 1.000 Hektar Sawah Diklaim Terairi"Dinsos hari ini segera menyalurkan kebutuhan dasar pengungsi, seperti matras, selimut, dan logistik. Dapur umum juga akan dibuka di lokasi pengungsian," kata Andi.Ia juga menambahkan bahwa BPBD masih berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi teknis terkait untuk melakukan pemetaan potensi pergerakan tanah lanjutan, mengingat kondisi tanah di wilayah tersebut masih labil dan berisiko longsor susulan."Tim kami tetap siaga di lokasi untuk memantau perkembangan pergerakan tanah. Kami juga sudah mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke rumah sampai situasi benar-benar aman," ujar Andi.
(prf/ega)
21 Rumah di Banyumas Retak dan Amblas akibat Pergerakan Tanah, Penghuni Diungsikan
2026-01-12 06:50:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 06:23
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:15










































