NATO Diguncang Skandal Korupsi, Pegawai dan Eks Staf Diselidiki

2026-01-12 02:16:51
NATO Diguncang Skandal Korupsi, Pegawai dan Eks Staf Diselidiki
BRUSSELS, – Badan pengadaan NATO, NSPA, tengah diguncang skandal korupsi lintas negara yang membuat sejumlah pegawai dan mantan pegawainya menjadi target penyelidikan.Dalam perkembangan terbaru, NATO menangguhkan perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, dari mengikuti tender baru, meski perusahaan itu sendiri tidak sedang diselidiki.Penangguhan ini berpotensi mengganggu pasokan amunisi dan sistem pertahanan bagi sejumlah negara anggota NATO.Baca juga: Teror Balon Rokok Bikin Negara NATO Darurat Nasional, Bandara TutupMedia investigasi Follow the Money, yang bekerja sama dengan La Lettre serta surat kabar Belgia Le Soir dan Knack, melaporkan bahwa penangguhan tersebut dapat memicu gangguan suplai.“Kontrak yang terdampak meliputi amunisi untuk howitzer yang dipasang di truk, sistem artileri roket bergerak, dan sistem pertahanan untuk pesawat serta helikopter militer,” tulis Follow the Money, seperti dikutip dari The National, Rabu .La Lettre turut menyoroti skala keterlibatan Elbit dalam program pertahanan Eropa.“Elbit juga melengkapi armada pesawat tanker Airbus MRTT dari delapan negara NATO, termasuk Jerman, Belanda, Belgia, dan Denmark, sebuah program besar yang diberikan pada 2023 senilai puluhan juta dolar,” tulis La Lettre.Selama satu dekade terakhir, Elbit diperkirakan menjual sedikitnya 50 juta euro (sekitar Rp 973 miliar) amunisi kepada sekutu NATO, selain berbagai layanan lain yang nilainya tidak diungkapkan.Skandal ini terungkap melalui sebuah surat bertanggal 31 Juli yang ditulis oleh seorang manajer NSPA.Surat tersebut menyebut adanya “tuduhan serius” mengenai dugaan bahwa “pemasok terlibat dalam praktik yang dapat dikenai sanksi, termasuk penyimpangan dalam pemberian kontrak.”Surat itu juga memperingatkan bahwa perusahaan selain Elbit dapat menghadapi tindakan serupa.Meskipun Elbit tidak dijadikan tersangka, nama perusahaan itu terseret karena hubungannya dengan seorang konsultan penting, Eliau Eluasvili, yang kini menjadi buronan.Pada September, seorang hakim Belgia mengeluarkan surat perintah penangkapan Eropa terhadap Eluasvili, yang diduga menyuap pegawai NSPA. Ia diyakini bepergian dengan identitas palsu untuk menghindari penangkapan.Penyidik di Belgia dan Luksemburg menduga bahwa beberapa mantan pegawai NSPA menggunakan informasi internal untuk membantu perusahaan tertentu memenangkan kontrak dengan imbalan uang.Seorang pejabat NATO mengatakan kepada The National bahwa aliansi umumnya tidak mengomentari kebocoran atau penyelidikan yang sedang berlangsung.Baca juga: NATO Kembali Waspada Usai Rusia Rampungkan Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir


(prf/ega)