Bantu Korban Bencana, BGN Alihfungsikan 286 SPPG di Sumut, Sumbar, dan Aceh

2026-01-16 13:16:27
Bantu Korban Bencana, BGN Alihfungsikan 286 SPPG di Sumut, Sumbar, dan Aceh
JAKARTA, - Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihfungsikan 286 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk melayani korban bencana banjir dan longsor.Adapun rinciannya, sebanyak 173 SPPG di Sumatera Utara telah dialihfungsikan, sedangkan di Sumatera Barat ada 66 SPPG, dan di Aceh ada 55 SPPG.Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, dari 286 SPPG itu, BGN telah melayani makan bergizi gratis (MBG) kepada sekitar 600.000 pengungsi di tiga daerah tersebut.Baca juga: Banjir Sumatera, Mendag Minta Harga Bahan Pokok Tetap Sesuai HET"Kami sudah bisa membuktikan bahwa SPPG tidak hanya berfungsi melakukan intervensi pemenuhan gizi, tapi juga fasilitas yang paling siap menghadapi bencana," ujarnya saat Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Senin .Dia mengungkapkan, SPPG yang dimanfaatkan ini berada di sekitar lokasi bencana namun tidak terdampak bencana.Terlebih, sekolah-sekolah di wilayah tersebut juga tengah diliburkan sehingga MBG untuk anak sekolah bisa dihentikan sementara dan dialihkan untuk para korban bencana.Dadan bilang, pengalihfungsian SPPG ini telah dilakukan sejak hari pertama bencana terjadi.Sebab, SPPG memiliki perlengkapan dan rantai pasok makanan yang mumpuni sehingga dapat diandalkan untuk kondisi darurat."Infrastruktur yang paling siap adalah SPPG, di sana kan ada juru masak, peralatan, pengantaran, dan juga tentu saja ada rantai pasok yang sudah tersedia. Makanya ketika bencana terjadi, alhamdulillah 286 SPPG siap siaga dan melayani pengungsi," ungkapnya.Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Pemerintah Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah menetapkan status darurat bencana.Status darurat bencana ditetapkan setelah terjadinya banjir besar yang berdampak terhadap ketiga provinsi tersebut.Setelah penetapan status tersebut, Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah dapat mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk membantu Aceh, Sumut, dan Sumbar."Dengan status Darurat Bencana Daerah, maka pemerintah mengerahkan menurut undang-undang kedaruratan kebencanaan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin," ujar Pratikno dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis .Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata Pratikno, juga sudah menginstruksikan agar pemerintah daerah yang terdampak banjir untuk menggeser anggaran dari pos lain untuk penanganan bencana.Menurutnya, upaya-upaya tersebut dilakukan agar penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar segera teratasi."Ini adalah masalah kemanusiaan yang harus kita selesaikan secepat-cepatnya, semaksimal mungkin. Dan justru kita harapkan pasca recovery-nya nanti kita bisa memperbaiki lebih baik lagi," ujar Pratikno.Baca juga: Kemendag Serahkan 5 Truk Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 11:08