- Penerbangan Aloha Airlines 243 mengalami insiden pada 28 April 1988, ketika terbang dari Hilo menuju Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS).Ketika itu, atap pesawat Boeing 737 tersebut tiba-tiba robek atau terlepas saat di udara.Robekan tersebut terjadi pada bagian atap belakang kokpit pilot. Tepatnya, di atas lima baris pertama kursi penumpang pesawat tersebut.Akibatnya seorang pramugari senior bernama Clarabelle Lansing terlempar ke angkasa bersamaan puing-puing atap pesawat.Dikutip dari History, pesawat Aloha Airlines 243 sedang membawa 95 orang yang terdiri dari penumpang dan kru.94 orang lainnya berhasil selamat dari insiden itu, dengan sebagian besarnya mengalami luka-luka.“Ini adalah salah satu peristiwa penerbangan paling luar biasa dalam sejarah. Tidak ada pesawat yang pernah mendarat dengan kerusakan seperti ini,” ungkap penyelidik kecelakaan udara Greg Feith.Baca juga: Kisah China Airlines 611, Pesawat Pecah di Angkasa, Seluruh Penumpang dan Awak Jatuh di PerairanDilansir dari Independent , kejadian bermula ketika pesawat Aloha Airlines yang dipiloti oleh Kapten Robert Schornstheimer lepas landas dari Bandara Hilo pada pukul 13.25 waktu setempat.Setelah 20 menit penerbangan ketika pesawat berada di ketinggian 24.000 kaki atau sekitar 7.300 meter di udara, terdengar suara “wusss”.“Tiba-tiba, saya mendengar suara keras, dentuman, tapi bukan ledakan, dan merasakan perubahan tekanan yang kuat,” ucap seorang penumpang Eric Becklin yang duduk di bagian belakang pesawat.“Saya melihat ke depan dan melihat bagian depan kiri atas pesawat hancur berantakan, terpisah-pisah, potongan-potongannya beterbangan,” lanjutnya.Baca juga: Kisah Turkish Airlines 981: 6 Penumpang Terlempar ke Angkasa, Pesawat Jatuh Hantam DaratanKetika itu, dia mengaku bahwa ada lubang selebar satu yard pada awalnya dan semakin membesar hingga atap pesawat robek.Nahasnya, Clarabelle Lansing, pramugari yang saat itu berdiri di sekitar kursi baris kelima, ikut terbawa terbang bersama puing-puing pesawat.“Dia baru saja memberikan minuman kepada istri saya,” ujar seorang penumpang lain, William Flanigan.“Dia berhenti dan memberi tahu kami bahwa ini adalah panggilan terakhir. Kami akan turun. Lalu wusss, dia telah pergi. Tangan mereka baru saja bersentuhan saat itu terjadi,” sambungnya.Baca juga: Kisah Pesawat Kargo Singapore Airlines 2015, Mendarat Darurat di Bali akibat Kentut Domba
(prf/ega)
Kisah Aloha Airlines 243, Pramugari Terlempar ke Angkasa Usai Atap Pesawat Robek di Udara
2026-01-12 01:37:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:31
| 2026-01-12 12:26
| 2026-01-12 12:23
| 2026-01-12 11:05
| 2026-01-12 10:55










































