COP 30: Indonesia Perkuat Ketahanan Air, Energi, dan Pangan Menuju Net Zero

2026-02-05 09:54:25
COP 30: Indonesia Perkuat Ketahanan Air, Energi, dan Pangan Menuju Net Zero
JAKARTA, – Indonesia menegaskan peran strategis dalam memperkuat ketahanan air, energi, dan pangan nasional sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Langkah ini dipaparkan saat Indonesia menjadi tuan rumah perspektif “Net Zero Starts with Trust” di paviliun Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-30 di Balem, Brazil.Salah satu perusahaan yang terlibat, Sucofindo, menegaskan perannya dalam menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui validasi dan verifikasi klaim emisi di sektor pertanian, energi, dan pengelolaan sumber daya air.Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menyatakan bahwa sektor pertanian sebagai penyangga utama ketahanan pangan harus cepat beradaptasi terhadap perubahan iklim. Pemerintah menargetkan pengurangan emisi GRK sekitar 5,25 persen dari sektor ini pada 2035.“Ketahanan pangan terhubung dengan ketahanan energi dan air. Kebijakan diarahkan pada smart agriculture, ekstensifikasi sistem pangan, penguatan ekonomi hijau dan biru, serta pembangunan dari desa,” ujar Nani Hendiarti di COP 30, dikutip dari keterangan pers, Senin .Baca juga: COP 30: Dagang Karbon Kuno dan Terbukti Gagal, Indonesia Perlu Strategi BaruSelain itu, pemerintah tengah menyiapkan instrumen pembiayaan berbasis iklim melalui penerapan harga karbon (carbon pricing) dan kredit karbon (carbon credit) untuk memberi nilai ekonomi pada upaya penurunan emisi, sehingga mendorong adopsi teknologi rendah karbon.Sejalan dengan itu, Sucofindo yang juga berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi Nilai Ekonomi Karbon (LVV NEK) terakreditasi nasional dan internasional, menyediakan jaminan atas klaim penurunan emisi.Dikman Purnama, Head of Unit Climate Solutions and Sustainable Energy Sucofindo, menjelaskan bahwa carbon credit dari proyek mitigasi di sektor pertanian, air, hingga energi dapat diperdagangkan dalam pasar karbon nasional maupun internasional.“Sebagai LVV independen, Sucofindo memastikan validitas klaim emisi, pelabelan lingkungan, jejak karbon produk, dan pelaporan keberlanjutan. Kami memastikan klaim tersebut akurat, kredibel, dan dapat diverifikasi,” kata Dikman Purnama.Baca juga: Fokus Perdagangan Karbon, Misi RI di COP 30 Dinilai Terlalu JualanIa menambahkan, Sucofindo menjadi mitra strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, dan investor dalam memanfaatkan peluang pasar karbon.“Peran kami mencakup lima hal: menjaga integritas data emisi, menjunjung transparansi dan akuntabilitas, menyediakan akses ke keuangan berkelanjutan melalui validasi inisiatif hijau, mendukung perencanaan kebijakan dengan data terverifikasi, dan membangun kepercayaan internasional terhadap klaim iklim Indonesia. Dengan integritas ini, Sucofindo mendukung pasar karbon Indonesia yang sehat dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Dikman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-05 10:00