Pemotor Tewas Terlindas Jaklingko, Pramono: Semua Biaya Ditanggung Pemprov DKI

2026-01-14 17:43:53
Pemotor Tewas Terlindas Jaklingko, Pramono: Semua Biaya Ditanggung Pemprov DKI
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya terkait kasus meninggalnya seorang pengendara motor berinisial (RJ) yang tewas terlindas angkot Jaklingko di Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu pagi."Saya sudah menginstruksikan pembiayaan untuk apa pun hal yang berkaitan dengan itu menjadi tanggung jawab Pemda DKI Jakarta,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu .Pramono menegaskan, seluruh pengemudi angkutan umum yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta tidak boleh mengemudi secara sembrono di jalan raya.Baca juga: Gagal Menyalip, Pemotor Tewas Terlindas Jaklingko di Cilangkap“Saya meminta kepada siapa pun, apakah itu pengemudi JakLingko atau pengemudi yang kemudian ada dalam fasilitas yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta, enggak boleh ugal-ugalan seperti itu,” kata dia.Pemprov DKI, lanjut Pramono, menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kepada pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kecelakaan“Bagi pengemudi itu saya minta secara didalami, apakah kemudian peristiwa ini betul-betul peristiwa kecelakaan ataukah ada keteledoran. Dan untuk itu biar didalami. Tetapi sekali lagi, kami berduka cita atas meninggalnya peristiwa yang terjadi di Cilangkap,” tutur Pramono.Sebelumnya, kecelakaan maut tersebut terjadi saat RJ mencoba menyalip angkot Jaklingko jurusan PGC–Cilangkap yang dikemudikan oleh Saptani.Saat menyalip, motor korban bersenggolan dengan angkot hingga terjatuh dan masuk ke kolong kendaraan."Iya nyalip, terus senggolan ke depan mobil, kolong, terus terlindas. Enggak sadar, tahunya itu sudah di bawah kolong," ujar Saptani kepada wartawan di lokasi, Rabu.Baca juga: Pemotor Tewas Terlindas Jaklingko, Pramono Ultimatum Sopir Tak Ugal-ugalan di JalanUsai kejadian, para penumpang yang berada di dalam angkot berpindah ke kendaraan lain.Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Polri Kramat Jati.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 17:38