Dokter di India Malah Pukuli Pasien Usai Ditegur Bicara Nada Tinggi, Begini Nasib Akhirnya

2026-02-02 00:30:58
Dokter di India Malah Pukuli Pasien Usai Ditegur Bicara Nada Tinggi, Begini Nasib Akhirnya
- Sebuah video yang memperlihatkan seorang dokter di India memukuli pasien di rumah sakit viral di media sosial.Video tersebut salah satunya diunggah oleh pengelola akun X @crazy

*** pada Selasa .Dalam rekaman itu, terlihat seorang dokter mengenakan jas putih dan pakaian biru memukuli pasien yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.Pasien yang mengenakan atasan cokelat dan celana hitam tampak berusaha melindungi diri dari serangan tersebut. Pengunggah menyebut, insiden terjadi akibat kesalahpahaman antara dokter dan pasien.“(Terjadi) di sebuah perguruan tinggi kedokteran dan rumah sakit umum di Shimla, Himachal Pradesh, India,” tulis keterangan unggahan.Hingga Rabu , video tersebut telah ditonton lebih dari 5,2 juta kali dan menuai ratusan komentar warganet.Baca juga: Aksi Perampokan di India, Pelaku Menyamar sebagai Pejabat Bank, Gasak Rp 13 MiliarDikutip dari Times of India, Selasa , insiden dalam video tersebut dipastikan terjadi di Indira Gandhi Medical College and Hospital (IGMC), Shimla, pada Senin .Dokter yang terekam memukuli pasien diketahui bernama Raghav Narula (31), seorang residen senior di departemen kedokteran paru-paru IGMC.Sementara itu, pasien yang menjadi korban adalah Arjun Panwar (36), warga Desa Mashaud, Kupvi, Shimla.Baca juga: Ibu di India Sewa Band untuk Bangunkan Anaknya yang Susah Bangun PagiPanwar menuturkan, dirinya datang ke rumah sakit pada Senin pagi untuk menjalani pemeriksaan bronkoskopi karena mengalami sesak napas.Setelah prosedur selesai, ia diminta beristirahat sejenak di ruang paru-paru.“Setelah tes, saya berbaring di tempat tidur kosong di ruang paru-paru sesuai saran dokter yang memeriksa untuk beristirahat sebentar,” ujarnya.Saat sedang beristirahat, Raghav datang dan mempertanyakan alasan Panwar berada di ruangan tersebut serta menanyakan laporan hasil tes medisnya.Panwar mengaku, dokter tersebut berbicara dengan nada kasar sehingga ia menegurnya.“Ketika saya bertanya, ‘Apakah begini cara Anda berbicara kepada anggota keluarga Anda?’ dokter itu marah dan mulai memukul saya,” kata Panwar.Baca juga: Anak-anak di India Alami Kebutaan Massal Usai Bermain Pistol Karbida Saat Diwali


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 01:05