Lahan Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran Terbengkalai, Polresta Tangerang Lakukan Evaluasi

2026-02-04 06:11:52
Lahan Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran Terbengkalai, Polresta Tangerang Lakukan Evaluasi
TANGERANG, – Polresta Tangerang akan melakukan evaluasi terhadap ladang jagung yang terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.Ladang jagung ini sebelumnya diresmikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk program Ketahanan Pangan Nasional.Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada mengatakan, evaluasi dilakukan untuk menindaklanjuti kondisi tanaman jagung yang belum menunjukkan hasil optimal.Baca juga: Diresmikan Wapres Gibran, Ladang Jagung di Tangerang Kini Terbengkalai dan Dipenuhi Rumput Liar“Program budidaya jagung ini masih berjalan dan terus kami monitor. Evaluasi teknis dilakukan sebagai dasar perbaikan agar hasil tanam berikutnya lebih optimal,” ujar Indra melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Menurut Indra, tidak optimalnya hasil tanam karena dipengaruhi oleh karakteristik lahan berupa tanah merah kekuningan yang minim unsur hara, lapisan top soil yang tipis, serta bercampur batuan padas.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Selain itu, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga berdampak pada terjadinya erosi tanah dan hanyutnya sebagian unsur hara serta pupuk yang telah diaplikasikan.“Kondisi tersebut menjadi tantangan teknis dalam budidaya di lahan terbuka. Ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” kata dia.Sebagai bagian dari evaluasi, Polresta Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.Baca juga: Kapolresta Tangerang Bantah Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Gagal Panen, Sebut Sedang Tahap EvaluasiDi antaranya penataan ulang lahan dengan membagi area tanam menjadi dua blok utama, masing-masing seluas sekitar 10 hektare.Langkah lainnya yakni pembangunan sistem drainase untuk mengurangi genangan air serta meminimalkan erosi, serta pembentukan lapisan top soil melalui penambahan kompos dan tanah urugan.Selain itu, direncanakan juga pembangunan embung sebagai sarana penampungan dan pengelolaan air, serta pembangunan kandang ternak terintegrasi guna mendukung sistem pertanian terpadu.“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, dan mendukung produktivitas tanaman pada fase tanam berikutnya,” ujar dia.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Ladang jagung program Ketahanan Pangan di Kabupaten Tangerang, Banten ditumbuhi rumput liar, Selasa .Ia menegaskan, program budidaya jagung tersebut dirancang sebagai proses jangka menengah hingga panjang dan tidak berhenti pada satu siklus tanam.Ladang jagung ini sebelumnya diresmikan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk program Ketahanan Pangan Nasional, Oktober 2025 lalu.Penanaman jagung tersebut merupakan kerja sama antara Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.Baca juga: Gibran Harap Anak Muda Minat Ikut Kembangkan IKN


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 04:44