Hujan Deras Picu Banjir di Gunung Putri Bogor, Jalan Utama Terendam

2026-02-01 23:51:55
Hujan Deras Picu Banjir di Gunung Putri Bogor, Jalan Utama Terendam
BOGOR, - Banjir merendam ruas jalan utama di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin sore. Peristiwa ini pun terekam dan viral di media sosial.Genangan air menutup Jalan Letda Natsir Wanaherang-Cikeas hingga Jalan Raya Transyogi akibat hujan yang berlangsung lama.Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin mengatakan, banjir terjadi pada Senin sore dan terpusat di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri.Baca juga: Puting Beliung Terbangkan Bangkai Sayap Pesawat Menimpa Rumah Warga di Bogor, Tak Ada Korban Jiwa“Betul, kejadiannya hari ini. Tepatnya di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri,” kata Jalaluddin sewaktu dihubungi Kompas.com, Senin.Dalam video yang beredar, air tampak menutup hampir seluruh badan jalan. Ketinggian air mencapai 35 sentimeter.Baca juga: Warga di Bogor Kaget Ada Sayap Bangkai Pesawat Nyangkut di Rumahnya, Terbawa Puting BeliungSetengah roda sepeda motor dan mobil terendam. Warga juga terlihat berjalan kaki menembus genangan.Selain merendam Jalan Letda Natsir Wanaherang–Cikeas, banjir juga menggenangi Jalan Raya Transyogi hingga sempat menghambat arus lalu lintas. Tak sedikit pengendara yang memilih berhenti untuk menghindari genangan tersebut.Jalaluddin menyebut, banjir tidak hanya terjadi di satu titik. Selain Desa Cikeas Udik, genangan juga melanda Perumahan Griya Jaya Cikeas di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri."Tim Pos Pam Jonggol sudah berada di lokasi dan sedang melakukan penanganan,” ujarnya.Banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup. Menurut tim reaksi cepat atau TRC BPBD, banjir dilaporkan tersebar di wilayah bagian timur Kabupaten Bogor akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama.Hingga kini, petugas BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah yang berada dekat aliran air.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-01 23:13