Bupati Agam Beberkan Kondisi Pasca-Banjir Bandang

2026-02-02 20:30:53
Bupati Agam Beberkan Kondisi Pasca-Banjir Bandang
JAKARTA, - Bupati Agam, Benni Warlis mengungkapkan kondisi Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih rawan bencana menyusul hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak akhir Desember 2025 hingga menyebabkan banjir susulan.Agam menjadi salah satu daerah terdampak banjir bandang di tiga provinsi Sumatera psda 25-27 November 2025. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas lebat diperkirakan terjadi 31 Desember hingga Januari 2025."Ini memang kami rasakan dalam dua hari terakhir ini curah hujan sangat lebat sekali sehingga banjir, longsoran susulan luar biasa terjadi di Kabupaten Agam khususnya di sekitar Maninjau, Malalak," ujar Benni dalam konferensi pers, Senin .Baca juga: Banjir Sumatera Berpotensi Terulang Lagi akibat Kelemahan Tata KelolaMenurut dia, banjir dan longsor turut melanda empat kecamatan lainnya. Sementara, kondisi di area hulu dinilai makin mengkhawatirkan lantaran ditemukan retakan tanah di sejumlah lokasi yang berpotensi memicu longsor lanjutan.Di samping itu, Benni menuturkan, kendati curah hujan tinggi, aliran sungai di kawasan Agam yang berada di lereng Gunung Marapi tampak normal dan tidak keruh."Justru ini yang kami khawatirkan akan terjadi lagi (banjir) di samping yang sudah terjadi sekarang yang cukup besar di Kabupaten Agam," tutur dia.Benni mencatat, banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan sekitar 2.000 hektare lahan persawahan terendam sedimen.Sejauh ini, pemerintah daerah baru membersihkan jalur sungai dan kawasan sekitar permukiman agar aliran air tetap mengalir. Menurut Benni, pemda menghadapi keterbatasan peralatan dan kewenangan.Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Agam meminta Badan Geologi Nasional memetakan zona rawan bencana. Pemetaan dinilai penting sebagai dasar legalitas dalam penentuan relokasi warga."Kami harus mendata kalau memang mereka berada dalam zona yang merah. Bisa saja hari ini rumahnya tidak hancur, rumahnya masih bagus tetapi mereka dalam keadaan terancam yang kami sendiri tidak punya legalitasnya," papar Benni.Baca juga: BNPB Catat 3.176 Bencana Alam di Indonesia 2025, Banjir dan Longsor MendominasiMerespons pernyataan Benni, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mrnyampaikan, pemerintah pusat tengah menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC). Sebanyak tiga pesawat dikerahkan untuk Sumatera Barat sebagai bagian dari sembilan pesawat OMC yang beroperasi di tiga provinsi.Kendati demikian, Suharyanto mengakui OMC tak sepenuhnya menahan hujan di Agam."Begitu Agam hujan satu sampai dua jam langsung meluap lagi, dan enggak mungkin kita OMC itu sepanjang tahun. Makanya untuk jangka pendek, dipersilakan kalau tidak hujan dikerahkan alat-alat berat di samping melakukan tindakan tanggap darurat," jelas dia.Normalisasi diutamakan untuk sungai yang rawan banjir. Selain itu, pemda diminta menyusun dokumen rehabilitasi dan rekonstruksi agar penanganan sungai serta daerah rawan dapat masuk ke skema pendanaan nasional.Suharyanto juga mengimbau masyarakat di titik-titik rawan diungsikan sementara, terutama selama Januari yang diprediksi menjadi puncak musim hujan. Selain itu, memantau sistem peringatan dini."Kalau terjadi kenaikan tinggi muka air sirinenya berbunyi, mohon di Agam ini dipatuhi begitu sirinenya berbunyi masyarakat yang di sekitar diungsikan ke tempat yang aman," sebut Suharyanto.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 19:15