Soal Utang Whoosh Ditanggung Pemerintah, Airlangga Bakal Bahas dengan Kementerian Lain dan Danantara

2026-01-11 04:12:55
Soal Utang Whoosh Ditanggung Pemerintah, Airlangga Bakal Bahas dengan Kementerian Lain dan Danantara
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan ditanggung pemerintah. Airlangga bilang, untuk saat ini dirinya belum dapat memastikan rencana tersebut karena masih harus dibahas dengan kementerian terkait dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). "Kita sedang bahas nanti tentu akan bicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu . Namun ketika ditanya lebih lanjut apakah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) akan digunakan untuk membayar utang Whoosh, Airlangga enggan menjawab. Baca juga: Saat Prabowo Pasang Badan soal Utang Whoosh Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah akan bertanggung jawab membayar utang Whoosh sehingga dia meminta masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan soal beban utang itu. Hal ini dia putuskan setelah mempelajari utang Whoosh. Menurutnya, pembayaran cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun tiap tahunnya tidak menjadi masalah karena Indonesia memiliki uang yang cukup untuk membayarnya. "Enggak usah khawatir, apa itu ribut-ribut Whoosh? Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ujarnya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa . Baca juga: Rencana Whoosh Tembus hingga Banyuwangi, Khofifah: Jatim Sangat Siap Bahkan selain dari uang negara, Prabowo juga berencana menggunakan uang hasil pengembalian dari para koruptor untuk membayar utang Whoosh. "Duit yang tadinya dikorupsi saya hemat, enggak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya semua ya, jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela, uang nanti banyak untuk kita, untuk rakyat semua," ungkapnya.


(prf/ega)