3 Langkah Mencegah Rasa Bersalah Ibu agar Tidak Berkepanjangan, Menurut Psikolog

2026-01-12 14:45:53
3 Langkah Mencegah Rasa Bersalah Ibu agar Tidak Berkepanjangan, Menurut Psikolog
JAKARTA, – Rasa bersalah dalam pengasuhan atau mom guilt menjadi pengalaman emosional yang umum dialami banyak ibu. Jika dibiarkan tanpa pengelolaan yang tepat, mom guilt dapat berkembang menjadi tekanan psikologis yang berkepanjangan.Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar mengatakan, mom guilt bukanlah tanda kegagalan seorang ibu. Baca juga: Benarkah Mom Guilt Berdampak pada Anak? Ini Penjelasan PsikologNamun, perasaan tersebut perlu disadari dan diolah dengan cara yang sehat agar tidak berlarut-larut dan memengaruhi kesehatan mental maupun kualitas pengasuhan.Berikut tiga langkah penting yang dapat dilakukan ibu untuk mencegah mom guilt berkepanjangan./DEVI PATTRICIA Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Langkah pertama yang penting dilakukan adalah membedakan antara fakta dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Baca juga: Validasi dan Apresiasi Suami Bisa Mengurangi Mom GuiltMenurut Farraas, ibu sering kali terlalu keras dalam menilai dirinya, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya masih berada dalam batas wajar.“Coba diganti kalimatnya denga yang lebih netral, walaupun susah untuk sampai ke tahap positif. Dari pada bilang ‘Aku payah banget jadi ibu’, coba fokus ke fakta yang ada,” jelas Farraas saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Selatan, .Alih-alih langsung menyimpulkan diri sebagai ibu yang buruk, ibu perlu melihat apa yang benar-benar terjadi hari itu. Fakta sering kali tidak seburuk penilaian yang muncul di kepala.“Sebagai contoh, faktanya ternyata hari ini aku enggak sering marah ke anakku, yang mungkin saja biasanya lebih dari ini. Harus hati-hati membedakan fakta dan judgment terhadap diri sendiri,” lanjut Farraas.Dengan fokus pada fakta, ibu dapat menilai situasi secara lebih objektif. Cara ini membantu menurunkan pikiran negatif berulang yang menjadi salah satu pemicu utama mom guilt.Selain penilaian diri yang terlalu keras, mom guilt juga sering dipicu oleh ekspektasi yang tidak realistis. Farraas menilai banyak ibu memiliki gambaran ideal tentang peran keibuan yang sulit dicapai dalam kehidupan sehari-hari.“Buatlah ekspektasinya lebih realistis dengan situasi kehidupan yang dijalani. Kalau masih terlalu jauh ekspektasinya nanti akan stres sendiri,” ujarnya.


(prf/ega)