29 Desember 1891, Jejak Awal Radio dari Paten Edison hingga Siaran Suara

2026-01-15 00:51:10
29 Desember 1891, Jejak Awal Radio dari Paten Edison hingga Siaran Suara
- Pada penghujung 1891, komunikasi jarak jauh masih bergantung pada kabel dan pulsa kode.Telegraf telah menghubungkan kota dan benua, tetapi suara manusia belum sepenuhnya dapat melintasi jarak secara andal.Tanggal 29 Desember 1891 tercatat dalm upaya menerjemahkan suara menjadi sinyal listrik tengah dimatangkan, beberapa bulan sebelum paten Speaking Telegraph Thomas Alva Edison resmi disahkan pada 1892.Radio, sebagaimana dikenal hari ini, belum ada. Namun rangkaian ide dan eksperimen yang mengarah ke sana sedang berlangsung.Sejarah radio tidak dibangun oleh satu penemuan tunggal, melainkan oleh akumulasi gagasan ilmiah, percobaan laboratorium, dan inovasi teknis lintas dekade.Baca juga: Sejarah Perkembangan Radio Di Indonesia Fondasi radio berakar pada penelitian ilmuwan Inggris, Michael Faraday, pada awal abad ke-19.Faraday menunjukkan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet, membuka pemahaman tentang keterkaitan listrik dan magnetisme.Pemahaman ini kemudian dirumuskan secara matematis oleh James Clerk Maxwell pada 1864.Maxwell membuktikan bahwa gangguan listrik dan magnet dapat merambat sebagai gelombang elektromagnetik dengan kecepatan cahaya.Teori ini revolusioner, tetapi pada masanya masih bersifat abstrak dan belum dapat diuji secara langsung.Baca juga: Peran Radio pada Masa Kemerdekaan Pembuktian fisik atas teori Maxwell dilakukan oleh Heinrich Hertz pada 1888.Melalui percikan listrik, Hertz berhasil menghasilkan dan mendeteksi gelombang elektromagnetik. Ia menunjukkan bahwa gelombang tersebut dapat dipantulkan dan merambat lurus.Eksperimen Hertz memastikan bahwa gelombang radio benar-benar ada. Namun, gelombang ini belum langsung berfungsi sebagai alat komunikasi.Tantangan berikutnya adalah mengubah temuan ilmiah menjadi teknologi yang dapat digunakan.Baca juga: Peran Radio Kambing dalam Revolusi KemerdekaanPada periode ini, Thomas Alva Edison berada pada tahap akhir pengembangan dan pengajuan paten sebagaimana yang tercatat dalam dokumen paten bernomor 474,230. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-15 00:50