Kota Yogyakarta Dipenuhi Wisatawan, Walkot Hasto Sarankan Warganya Liburan ke Kulon Progo

2026-01-11 03:13:01
Kota Yogyakarta Dipenuhi Wisatawan, Walkot Hasto Sarankan Warganya Liburan ke Kulon Progo
YOGYAKARTA, - Kota Yogyakarya mulai dipadati oleh wisatawan saat Libur Natal dan tahun baru (Nataru).Banyaknya wisatawan membuat beberapa titik rawan macet, hal ini juga berimbas pada warga Yogyakarta yang menjadi enggan untuk keluar rumah untuk berwisata.Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyarankan warga Kota Yogyakarta untuk berwisata di kabupaten lain.“Warga Jogja itu kalau ditanya pas kaya gini, mau ke Malioboro jadi malas, ke kebun binatang juga malas (karena macet),” ujar Hasto, Selasa .Baca juga: Hiruk-Pikuk Libur Nataru, Cerita Sopir Bus Terminal Tirtonadi Bersiap Bawa Penumpang dengan SelamatHasto menyampaikan, warga Yogyakarta jika sudah bosan dengan Malioboro dan destinasi wisata di Kota Yogyakarta dapat mengunjungi destinasi wisata di Kulon Progo.“Bisa ke Kulon Progo atau Bantul juga bagus. Kalau merasa jenuh ayo naik ke kebun teh ke Girimulyo, ke Kulon Progo juga dekat,” kata dia.Lanjut Hasto Yogyakarta memiliki keunggulan dibanding dengan wilayah lainnya, karena memiliki potensi wisata di seluruh kabupaten atau kota di DIY.Baca juga: Penumpang Libur Nataru Mulai Meningkat di Terminal Purabaya, Tujuan Malang Paling BanyakSalah satu warga Yogyakarta, Adam menyampaikan bahwa kemacetan di Kota Yogyakarta sudah mulai terasa sejak beberapa hari.Bahkan, ia harus berangkat lebih awal dan pulang belakangan untuk menunggu kemacetan terurai.“Kalau macet pas jam kerja sudah biasa ya, kalau ini macetnya lebih lama. Jadi memakan waktu saat berangkat bekerja,” kata dia.Warga lainnya Lukman mengaku tidak berlibur bersama keluarga karena masih bekerja, walaupun anak-anaknya sudah libur sekolah.“Di Jogja aja gak kemana-mana, macet juga di Jogja. Nanti liburannya waktu sudah mepet-mepet masuk sekolah ya menunggu lalu lintasnya normal,” ujarnya.Baca juga: Libur Akhir Tahun di Bandung, Ini Pilihan Wisata Selain di KotaKetua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan reservasi hotel mulai tanggal 20 Desember hingga 2 Januari berkisar 30 sampai 40 persen, namun untuk saat ini angka okupansi atau keterisian hotel sudah di angka 61 persen.“Di tanggal 21 Desember itu 60 persen, ini banyak yang offline datang langsung ke hotel (memesan),” kata Deddy, Senin .Melihat kondisi wisatawan yang datang ke DIY saat ini pihaknya optimis dapat melampaui target yang sudah ditentukan yakni di angka 80 persen okupansi hotel di seluruh DIY.“Target hanya 80 persen, tapi kelihatannya dari target ini bisa naik,” ujar Deddy.


(prf/ega)