Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

2026-01-17 02:45:49
Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak
SURABAYA, - Menjelang natal dan tahun baru (nataru), libur panjang menjadi momen yang dinanti oleh anak-anak. Setelah menjalani satu semester penuh dengan rutinitas sekolah, masa liburan kerap dimanfaatkan sebagai waktu jeda dari aktivitas akademik.Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Nur Ainy Fardana Nawangsari MSi Psikolog menilai, bahwa masa liburan memberikan berbagai manfaat bagi anak dalam mendukung proses tumbuh kembang mereka.Baca juga: Libur Telah Tiba, Ini 4 Aktivitas Seru untuk Mengisi Liburan Sekolah Bersama AnakMenurut Neny, sapaan akrabnya, liburan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan fisik dan mental anak. Pasalnya, anak-anak telah menghabiskan banyak waktu dengan rutinitas kegiatan yang menguras kemampuan kognitif, fisik, dan emosional mereka. Karena itu, masa libur menjadi momen yang tepat untuk mengembalikan energi anak, sekaligus memberi ruang untuk mengeksplorasi pengalaman baru di luar rutinitas akademik. “Yang sebenarnya dipulihkan ketika anak memasuki masa liburan itu adalah pengalamannya dan kondisi mentalnya. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, lalu dari pengalaman itu mereka merasa lebih nyaman dan memiliki cara pandang yang berbeda tentang potensi dirinya dan tentang apa yang ada di sekitarnya,” jelasnya, Selasa .Ia menilai bahwa pengalaman baru tersebut tidak selalu harus diperoleh melalui kegiatan liburan yang membutuhkan biaya besar. Menurutnya, orangtua dapat merancang berbagai aktivitas sederhana di rumah yang memberi ruang bagi anak untuk keluar dari rutinitas akademik. Pada momen inilah, liburan juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu kebersamaan antara anak dan keluarga. “Misalnya di rumah, anak-anak bisa diajak membuat proyek tertentu atau kalau orangtuanya punya aktivitas usaha, anak-anak bisa terlibat di sana.” “Ajak anak-anak melakukan aktivitas yang selama ini tidak bisa mereka lakukan karena jadwal sekolah yang padat. Itu bisa jadi pengalaman baru untuk mereka,” jelasnya.Baca juga: 15 Ide Kegiatan Seru Bersama Anak di Rumah Saat Libur PanjangKendati demikian, Neny menegaskan bahwa aktivitas selama masa liburan sebaiknya tidak dibingkai dalam target atau tuntutan tertentu. Sebab, tekanan semacam itu justru dapat mengurangi manfaat liburan bagi anak.Ia menilai, masa libur perlu diposisikan sebagai ruang bermain dan berekspresi agar anak memiliki kesempatan untuk mengenali dirinya serta mengeksplorasi potensi di luar rutinitas sekolah yang ketat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-17 01:50