Kado Akhir Tahun Kawa Setiawan: Rumah Baru di Atas Luka Longsor

2026-01-14 02:20:44
Kado Akhir Tahun Kawa Setiawan: Rumah Baru di Atas Luka Longsor
BANDUNG, - Matahari di ufuk Arjasari merayap malu-malu di balik kabut, namun bagi Kawa Setiawan (45), cahaya itu tak lagi sama sejak Jumat yang kelam di awal Desember 2025.Tanah yang selama puluhan tahun ia pijak dengan rasa aman, tiba-tiba menjelma menjadi gelombang maut yang luruh dari ketinggian.Longsor itu tidak hanya mengubur dinding-dinding kayu dan ingatan, tetapi juga merenggut dua belahan jiwanya: Sang ibu mertua, Aisyah (70), dan putri tercintanya, Citra (20).“Alhamdulillah sebesar-besarnya,” bisik Kawa, suaranya parau tersapu angin gunung, Kamis .Kalimat itu bukan sekadar basa-basi, melainkan muara dari rasa syukur yang dalam atas uluran tangan sesama manusia.Di hadapannya, delapan fondasi rumah mulai tumbuh dari tanah relokasi, sebuah ikhtiar yang lahir dari kedermawanan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, dan putrinya, Humairah, anggota DPRD Provinsi Jabar.Baca juga: Bertahan di Bawah Reruntuhan, Kisah Amas Selamat dari Longsor Arjasari, BandungKawa adalah seorang Kepala Dusun, seorang pamong yang dalam silsilah pengabdiannya dipaksa oleh takdir untuk memilih antara kewajiban dan duka pribadi.Pada hari jahanam itu, di tengah guyuran hujan yang seperti air mata langit, Kawa sibuk menyingkirkan pohon tumbang demi akses jalan warga, sementara di sudut lain, rumahnya sendiri sedang dilumat bumi.Luka itu masih basah, sesejuk udara di Kampung Ciketug, Desa Wargaluyu, tempat ia kini berdiri di atas tanah yang baru.Bagi mereka yang kehilangan segalanya, waktu adalah musuh sekaligus obat. Selama masa tunggu yang penuh ketidakpastian, Kawa dan keluarganya harus meringkuk di rumah kontrakan. Meski atapnya mampu menepis hujan, Kawa merasa ada yang hilang: kemerdekaan."Kalau ngontrak, seberapa bebas pun kita, tetap ada batasannya. Tak akan pernah sama dengan rumah sendiri," ungkapnya dengan tatapan menerawang.Bantuan sewa rumah dari Bupati sebesar Rp 500.000 per bulan memang meringankan beban materi, namun batinnya tetap rindu pada rasa "pulang".Di sana, di bukit yang kini menjadi jurang menganga, masih ada 20 kepala keluarga lain yang mengharap mukjizat serupa.Ada trauma kolektif yang membuat 90 kepala keluarga enggan kembali ke pangkuan tanah kelahiran yang kini menjadi ancaman.Baca juga: Relokasi Korban Longsor Arjasari, Bupati Bandung Biayai Sewa Kontrakan 3 BulanCucun Ahmad Syamsurizal hadir bukan dengan narasi birokrasi yang kaku, melainkan janji yang ditunaikan di penghujung tahun.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 00:32