Sistem Single Salary Buka Peluang Cara Kerja Baru PNS, "Work From Anywhere" Kian Mungkin

2026-01-12 22:43:01
Sistem Single Salary Buka Peluang Cara Kerja Baru PNS,
JAKARTA, - Pemerintah sedang merancang sistem penggajian tunggal (single salary) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).Kebijakan ini telah dituliskan dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026 pada bagian kebijakan prakiraan maju belanja negara tahun 2026-2029.Wacana lama dengan wajah baru ini semakin kuat setelah dituliskan secara resmi di dalam RAPBN.Secara umum, istilah single salary untuk ASN atau skema gaji tunggal ini akan memberikan hak penghasilan satu kali untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).Saat ini, PNS tidak langsung menerima penghasilan secara utuh, tetapi bertahap melalui beragam komponen.Biasanya, komponen penghasilan yang diterima oleh PNS terbagi menjadi tiga: gaji pokok, tunjangan lauk-pauk dan keluarga, serta tunjangan kinerja.Baca juga: Single Salary ASN, Agar PNS Tak Lagi Kejar Honor dan ProyekNamun, tunjangan ini juga memiliki ragam tersendiri, seperti tunjangan khusus jabatan dan tunjangan kemahalan berdasarkan daerah tempat PNS mengabdi.Salah satu alasan rencana kebijakan ini diterapkan adalah untuk menjaga daya beli ASN setelah mereka memasuki usia pensiun.Gaji tunggal akan memberikan lebih banyak pemberian asuransi kesehatan, kematian, dan hari tua.Kebijakan ini disebut memiliki berbagai dampak langsung dan tidak langsung.Dampak langsung tentu akan dirasakan oleh para ASN, sedangkan dampak tidak langsung akan dirasakan oleh masyarakat yang menikmati pelayanan publik, yang selama ini digerakkan oleh ASN.Pakar kebijakan publik Universitas Padjajaran, Yogi Suprayogi, mengatakan bahwa kebijakan single salary tentu akan memberikan dampak yang lebih baik pada pelayanan publik.Baca juga: Wacana Single Salary PNS, Apakah Akan Berdampak pada Perbaikan Layanan Publik?Sistem penggajian dengan kepastian yang lebih baik akan memberikan stabilitas kesejahteraan para ASN.Single salary juga memberikan penilaian lebih kepada orientasi proses dan hasil, tidak seperti saat ini yang berpaku pada tataran administrasi dan proses, sedangkan hasil sering tidak jelas."Ini kan kalau sekarang masih basisnya dia harus ngisi absen, jadi aktivitas dia difoto kerjanya gitu kan. Nah, ke depan itu udah enggak boleh lagi kayak gitu, tapi output," tuturnya.


(prf/ega)