Forkopimda Bogor Tanam Pohon di Kawasan Puncak, Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Lingkungan

2026-02-04 16:48:10
Forkopimda Bogor Tanam Pohon di Kawasan Puncak, Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Lingkungan
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama Forkopimda Bogor menegaskan komitmennya dalam kesiapan menghadapi potensi bencana. Tidak hanya menyiapkan sarana-prasarana dan personel, mereka juga melakukan aksi tanam pohon untuk menjaga kelestarian alam.Aksi tanam pohon ini dilaksanakan seusai Apel Siaga Bencana digelar di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu pagi. Forkopimda Bogor berangkat ke kawasan Megamendung, Puncak.Tampak Bupati Bogor Rudy Susmanto hadir bersama AKBP Wikha. Hadir pula Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, dan Komandan Lanud ATS, Marsma TNI AF Picaulima.Di kawasan teduh yang dipenuhi aneka pepohonan itu, AKBP Wikha menanam bibit pohon mahogani. Pejabat lainnya ikut menanam pohon serupa, ada pula yang menanam bibit pohon gaharu."Alhamdulillah tadi sudah terlaksana aksi penanaman pohon bersama Forkopimda Bogor. Ini merupakan wujud sinergi, kebersamaan kami, sekaligus kesiapan kami dalam menghadapi potensi bencana," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan.Lahan yang ditanami pohon ini merupakan lahan Kelompok Tani Hutan Organik yang berlokasi di Kampung Cipendawa, Desa Megamendung, milik pasangan Bambang Istiawan dan Hj Rosita. Kapolres Bogor AKBP Wikha mengatakan pasangan inilah yang mengubah kawasan ini dari sebelumnya gersang menjadi hijau penuh aneka jenis pepohonan.AKBP Wikha mengapresiasi Rosita mampu menghidupkan kembali lahan kritis di Megamendung menjadi hutan organik yang bermanfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat."Apa yang dilakukan Ibu Rosita selama lebih dari 20 tahun adalah sebuah teladan nyata. Beliau tidak hanya berhasil menanam kembali 30 hektare hutan dan menghidupkan mata air, tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi kelestarian lingkungan Puncak," ujarnya.AKBP Wikha mengatakan Polres Bogor bersama Forkopimda Bogor akan selalu mendukung dan melindungi setiap upaya masyarakat yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan.AKBP Wikha menambahkan, berdasarkan data BMKG, wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan pada November 2025–Januari 2026. Karena itu, semua pihak harus ikut terlibat mengantisipasi dampak potensi bencana."Melalui sinergitas dan kolaborasi antar-stakeholder terkait, dan juga bersama masyarakat, maka kita akan dapat meminimalisir korban jiwa jika ada bencana alam karena kita sudah bersiap-siaga," sambungnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 15:43