Hasil Timnas U22 Indonesia Vs Mali 0-3: Indra Sjafri Sorot 2 Kesalahan

2026-01-16 19:13:09
Hasil Timnas U22 Indonesia Vs Mali 0-3: Indra Sjafri Sorot 2 Kesalahan
- Pelatih Timnas U22 Indonesia, Indra Sjafri, menyorot sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh pasukannya, sehingga harus takluk 0-3 dari Mali.Timnas U22 Indonesia besutan Indra Sjafri dibekuk Mali setelah kemasukan gol-gol Sekou Doucoure (5'), Wilson Samake (34'), dan Moulaye Haidara (90+4').Skor 0-3 pun jadi hasil Timnas U22 Indonesia vs Mali, partai uji coba yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu ."Pertama tentu dari hasil, dari gol yang terjadi tentu kita enggak puas," tutur Indra Sjafri, dalam konferensi pers usai laga Timnas U22 Indonesia vs Mali.Baca juga: Kata-kata Dony Tri Pamungkas Usai Skor Timnas U22 Indonesia Vs Mali 0-3Gol pembuka Mali bermula dari ketidaksempurnaan Timnas U22 Indonesia dalam mengantisipasi sepak pojok Mali.Sekou Doucoure bisa memenangi duel di mulut gawang dan menyundul masuk bola.Menurut Indra Sjafri, situasi semacam ini seharusnya bisa diantisipasi. Termasuk pula gol kedua Mali yang lahir via tusukan Wilson Samake dari sisi kiri.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Pesepak bola Timnas U22 Indonesia berfoto bersama jelang pertandingan persahabatan melawan Mali U22 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu . ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.Wilson Samake mampu menghindar dan lepas dari terjangan Kakang Rudianto. Pemain Mali itu pun melesat cepat menjauh dari kejaran Kakang."Tetapi kami dalam hal ini ada berapa hal positif yang kita lakukan dan secara keseluruhan pun tim saya pikir tidak terlalu bermain jelek," ujar Indra Sjafri, pelatih yang pernah membawa Timnas U22 Indonesia menyabet emas SEA Games 2023 Kamboja.Baca juga: Hasil Timnas U22 Indonesia Vs Mali 0-3: Garuda Muda Takluk di Pakansari"Dan memang ada kesalahan satu gol dari set piece saya pikir itu bisa diatasi sebenarnya dan juga ada Kakang yang waktu di pinggir diambil sekaligus dan langsung," tutur Indra Sjafri yang juga menyinggung gol kedua Mali.Indra Sjafri pun memberikan evaluasi. Penting bagi pasukannya untuk meminimalisasi kesalahan ketika berjumpa dengan lawan berkualitas layaknya Mali."Memang kalau kita lawan dengan lawan kualitas yang kayak Mali, kesalahan dikit pun pasti kita akan terdampak yang enggak baik untuk kita," kata pelatih asal Sumatra Barat tersebut. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-16 18:45