Gugatan atas 'All I Want For Christmas Is You' Ditolak, Mariah Carey Terima Ganti Rugi Rp 1,5 M

2026-01-12 02:16:52
Gugatan atas 'All I Want For Christmas Is You' Ditolak, Mariah Carey Terima Ganti Rugi Rp 1,5 M
- Mariah Carey telah menerima ganti rugi sebesar 92.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar (kurs Rp 16.775/dollar AS) setelah hakim menolak gugatan terhadapnya terkait lagu yang selalu populer di musim liburan, "All I Want For Christmas Is You."Seperti yang dilaporkan Rolling Stone, gugatan pelanggaran hak cipta Stone ditolak pada bulan Maret.Dokumen pengadilan baru mengungkapkan bahwa hakim kini telah memerintahkan Stone untuk membayar Carey sebesar 92.303,20 dollar AS sebagai sanksi.Putusan tersebut menyatakan bahwa gugatan Stone tidak memiliki dasar dan menjatuhkan sanksi untuk mencegah orang mengajukan gugatan tanpa dasar.Baca juga: Mariah Carey Panen Royalti Tiap Tahun dari Satu Lagu Natal IkonikPada tahun 2022 dan kemudian lagi pada tahun 2023, musisi country Andy Stone, yang tampil dengan nama panggung Vince Vance, mengajukan gugatan perdata terhadap Carey dengan tuduhan bahwa Carey menjiplak lagunya tahun 1989, yang juga berjudul "All I Want for Christmas is You."Stone menuntut ganti rugi sebesar 20 juta dollar AS (saat itu sekitar Rp 335 miliar).Tak hanya itu, Andy Stone menyatakan lagunya yang dibawakan oleh Lisa Layne sempat diputar di radio-radio selama Natal 1993.Lagu tersebut bahkan sempat menghiasi tangga lagu Billboard's Hot Country Singles & Tracks di peringkat ke-55 di tahun berikutnya, sekitar waktu yang sama dengan dirilisnya lagu hits Carey yang menduduki puncak tangga lagu.Baca juga: Ada Bukti Baru, Andy Stone Kembali Gugat Mariah Carey soal Lagu All I Want for Christmas is YouMemiliki genre musik dan lirik yang berbeda, satu-satunya kesamaan dari kedua lagu itu adalah judulnya.Kendati demikian, gugatan yang dilayangkan menyatakan Mariah Carey, Afansieff, dan Sony Music Entertainment tidak pernah meminta izin untuk menggunakan judul lagu yang sama.Lagu "All I Want For Christmas is You" karya Carey hampir tak tertandingi dan selalu berhasil memuncaki tangga lagu Billboard menjelang akhir tahun.Baru minggu lalu, lagu tersebut berhasil digeser dari posisi teratas dalam persaingan lagu Natal nomor 1 di AS oleh lagu Wham "Last Christmas."Baca juga: Mariah Carey Akan Gelar Konser The Celebration of Mimi di Sentul Hari IniBillboard menyatakan bahwa lagu kebangsaan Carey telah menduduki puncak tangga lagu Global 200 selama total 19 minggu, sebuah rekor, sejak Desember 2020.Terlepas dari perubahan peringkat di tangga lagu Billboard, lagu Carey "All I Want for Christmas Is You" terus mendominasi siaran radio, daftar putar, dan pesta-pesta Natal di seluruh dunia.Dirilis tiga dekade lalu, Carey masih menuai keuntungan dari lagu klasik Natal ini.Menurut Forbes dan The Economis, setiap tahun ia rutin menghasilkan jutaan dolar royalti, yang totalnya diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 juta dollar AS (sekitar Rp 41 miliar- Rp 50 miliar) setiap tahun.Menurut The Economist, hingga tahun 2017, lagu tersebut telah menghasilkan lebih dari 60 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun) melalui royalti sejak dirilis.Penulis lagu bersama Carey, Walter Afanasieff, juga diperkirakan akan mendapatkan bagian royalti yang signifikan.Lagu ini merupakan lagu liburan yang paling banyak diputar sepanjang masa.


(prf/ega)