Pekerja Proyek Jalan di Majalengka Meninggal di Selokan, Polisi Ungkap Penyebabnya

2026-02-03 18:33:46
Pekerja Proyek Jalan di Majalengka Meninggal di Selokan, Polisi Ungkap Penyebabnya
MAJALENGKA, – Seorang pekerja proyek perbaikan jalan di Kabupaten Majalengka ditemukan meninggal dunia di selokan badan jalan yang tengah dikerjakannya, Senin pagi.Korban diketahui bernama Suyanto (50), warga Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.Ia merupakan pekerja proyek perbaikan Jalan Provinsi ruas Bantarujeg–Talaga, Blok Langkara.“Iya benar. Korban tersebut adalah pekerja proyek perbaikan Jalan Provinsi Jalur Bantarujeg-Talaga (Blok Langkara),” ujar Kapolsek Bantarujeg AKP Baban Purbandi saat dikonfirmasi.Baca juga: Tragisnya Pekerja Proyek di Kembangan Tewas Dibunuh Orang Baru Dua Hari DikenalJenazah korban pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang berolahraga pagi sekitar pukul 05.30 WIB.Mereka melihat ada orang tergeletak di selokan, tetapi saat dicek ternyata kondisinya sudah meninggal dunia.Rekan kerja korban yang juga mengetahui peristiwa itu langsung melaporkan kejadian ke pihak kecamatan dan kepolisian.Petugas Polsek Bantarujeg bersama tim Inafis Polres Majalengka dan tenaga medis Puskesmas Bantarujeg segera mendatangi lokasi kejadian.Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diketahui mempunyai riwayat darah tinggi. Hal ini yang mengakibatkan korban tersungkur ke selokan.“Hasil dari pemeriksaan korban tersebut mempunyai riwayat darah tinggi mengakibatkan tersungkur ke selokan,” kata Baban.Baca juga: Pekerja Proyek Jembatan Dempet di Demak Tewas Tertimpa Besi Tiang PancangSelain itu, korban juga mengalami luka ringan di bagian kepala yang diduga akibat benturan saat terjatuh.“Kejadian tersebut ditangani secara kekeluargaan dan jenazah dibawa untuk dimakamkan di TPU Cirebon,” kata Baban.Sementara itu, Camat Bantarujeg Agus Heriyanto menambahkan, korban sebelumnya memang sering mengeluh soal kondisi kesehatannya.Ia mengatakan, pihak pengelola proyek sudah menyarankan korban untuk beristirahat dan pulang ke daerah asalnya.“Pihak pengelola proyek juga sebenarnya sudah menyarankan korban untuk beristirahat dan pulang ke daerah asal,” kata Agus.Baca juga: KKB Tembak Mati Pekerja Proyek di Intan Jaya Papua TengahUsai dievakuasi, jenazah korban langsung dipulangkan ke Cirebon untuk dimakamkan di TPU setempat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-03 18:05