Mobil Listrik untuk Mudik: Strategi Rute dan Pengisian

2026-01-12 03:44:53
Mobil Listrik untuk Mudik: Strategi Rute dan Pengisian
JAKARTA, - Merencanakan rute perjalanan jauh seperti mudik atau arus balik saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan mobil listrik membutuhkan pendekatan berbeda dibanding kendaraan bermesin konvensional.Selain memperhitungkan jarak dan waktu tempuh, pemilik mobil listrik juga harus cermat menghitung ketersediaan titik pengisian daya agar perjalanan tetap aman dan tidak berujung kehabisan baterai di tengah jalan, terutama saat arus mudik padat.Menurut Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, perencanaan rute menjadi faktor krusial saat melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik.Baca juga: Catat, Diskon Tarif Tol Juga Berlaku di Trans-Sumatera dan Sulawesi“Pengguna bisa memanfaatkan aplikasi seperti PLN Mobile, Google Maps, dan platform sejenis untuk memetakan lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan,” katanya kepada Kompas.com, Senin .Iqbal menjelaskan, salah satu kesalahan umum pemudik mobil listrik adalah terlalu mengandalkan klaim jarak tempuh pabrikan.Dalam penggunaan nyata, jarak tempuh aktual biasanya berada sekitar 5–10 persen di bawah klaim resmi, terutama jika kondisi jalan tidak ideal atau gaya berkendara kurang efisien./AZWAR Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur NataruKarena itu, pengemudi disarankan untuk selalu memberi margin aman saat menyusun rute.Jangan menunggu baterai berada di level terlalu rendah sebelum mengisi daya.Idealnya, pengisian sudah direncanakan ketika kapasitas baterai masih di kisaran 20–30 persen untuk menghindari risiko antrean panjang atau SPKLU yang tidak dapat digunakan.Selain faktor rute, gaya berkendara juga sangat memengaruhi konsumsi energi.Iqbal menekankan bahwa kebiasaan mengemudi agresif, seperti akselerasi mendadak atau kecepatan tinggi secara konstan, akan membuat baterai lebih cepat terkuras.Baca juga: Potensi Puncak Arus Balik Libur Nataru Terjadi Awal JanuariPrinsipnya mirip dengan mobil bermesin bensin atau diesel, semakin kencang kendaraan dipacu, semakin boros konsumsi energinya.“Kunci mudik pakai mobil listrik itu bukan soal cepat sampai, tapi konsisten dan efisien. Berkendara stabil dengan kecepatan wajar akan membantu menjaga jarak tempuh tetap optimal,” ujarnya.Pengemudi juga disarankan menyiapkan rute alternatif yang memiliki akses ke lebih dari satu titik pengisian daya.Langkah ini penting sebagai antisipasi jika terjadi kemacetan parah, perubahan rute, atau kondisi darurat lain yang membuat konsumsi baterai meningkat di luar perhitungan awal.Dengan perencanaan rute yang matang, pemanfaatan aplikasi pendukung, serta gaya berkendara yang efisien, perjalanan mudik menggunakan mobil listrik bisa tetap nyaman dan aman tanpa kekhawatiran kehabisan daya di tengah jalan.


(prf/ega)