Perbedaan Fungsi Kabel MCB dan ELCB Menurut Dosen Elektro ITB

2026-01-16 09:04:42
Perbedaan Fungsi Kabel MCB dan ELCB Menurut Dosen Elektro ITB
- Dalam sistem kelistrikan rumah, keberadaan perangkat pengaman sangat berperan dalam mencegah kerusakan instalasi sekaligus melindungi penghuni dari risiko bahaya listrik. Dua komponen yang sering ditemui namun kerap dianggap sama adalah Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) dan Miniature Circuit Breaker (MCB). Memahami perbedaan kabel ELCB dan MCB menjadi hal penting agar sistem listrik di rumah dapat bekerja lebih optimal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan instalasi di rumah maupun bangunan lainnya.MCB dan ELCB sering dianggap serupa, padahal keduanya melindungi kabel listrik dari risiko yang berbeda. Baca juga: Kapan Harus Ganti Kabel Listrik di Rumah? Ini Saran AhliPerbedaan utama terletak pada jenis gangguan listrik yang dideteksi dan bagaimana kabel instalasi diamankan dari potensi kerusakan maupun bahaya kebakaran.Menurut Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjarnahor, S.T., M.T., Dosen dan Peneliti, Kelompok Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, STEI ITB, kabel MCB berfungsi memutus arus secara otomatis ketika arus naik tiba-tiba akibat korsleting. "MCB yang disertai instalasi kabel yang sesuai juga dapat mengamankan rumah dari beban berlebih," ujar Dr. Kevin kepada Kompas.com, Rabu . Dengan demikian, tanpa MCB, arus lebih tidak akan terputus dan mengakibatkan kabel meleleh, percikan api (arc), yang dapat berujung pada kebakaran besar.Baca juga: Jangan Sepelekan Korsleting Listrik di Rumah, Bisa Sebabkan Kebakaran Berbeda dari MCB, ELCB/RCD berfungsi untuk melindungi manusia dari kejutan listrik. "Alat ini memutus listrik ketika ada kebocoran arus ke tanah, misalnya saat mesin cuci bocor listrik, kulkas menyetrum, kabel terkelupas menempel bodi peralatan, atau pemanas air bocor," paparnya.Selain itu, alat proteksi ini juga dapatmendeteksi kebocoran arus yang sangat kecil, bahkan sekitar 30 mA, lalu memutus aliran listrik dengan cepat. kebocoran arus yang sangat kecil, bahkan sekitar 30 mA, lalu memutus aliran listrik dengan cepat."RCD juga dapat membantu menghindari kebakaran karena secara cepat dapat mendeteksi arcing yang mengakibatkan arus bocor ke tanah," kata Dr. Kevin.Baca juga: 4 Prosedur Instalasi Listrik di Rumah yang Aman Menurut TeknisiMeski demikian, Dr. Kevin mengingatkan, MCB maupun RCD belum mampu mengamankan instalasi rumah dari busur api (arc) yang terjadi, jika sifatnya intermiten dan tidak mengakibatkan arus bocor ke tanah. Adapun kondisi busur api semacam ini dapat terjadi pada kasus-kasus seperti:Sebagai solusi tambahan, terdapat perangkat bernama Arc Fault Detection Device (AFDD), yang juga efektif untuk mencegah kebakaran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 08:34