Kisah Desa di Aceh Tamiang yang Nyaris Hilang dan Rata dengan Tanah, Hanya Sisakan Masjid

2026-02-05 09:47:55
Kisah Desa di Aceh Tamiang yang Nyaris Hilang dan Rata dengan Tanah, Hanya Sisakan Masjid
- Desa Sekumur, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menjadi salah satu daerah paling parah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.Ratusan rumah warga hilang tersapu arus setinggi sekitar 7 meter, meninggalkan reruntuhan kayu dan balok besar.Warga yang selamat kini menghadapi kesulitan besar karena akses terbatas dan bantuan logistik yang minim.Salah satu warga memberikan kesaksiannya atas kondisi Desa Sekumur yang nyaris hilang disapu bencana.Muhammad Hendra Vramenia, warga Kampung Bundar, menceritakan kehancuran yang menimpa Desa Sekumur.Baca juga: Bau Menyengat Tercium, Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang“Desanya itu sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah akibat disapu banjir. Hanya tinggal bangunan masjid,” kata Hendra pada Kompas.com, Sabtu .Sekitar 280 rumah di Desa Sekumur yang menjadi tempat bernaung 1.234 jiwa penduduknya kini hilang terbawa arus.Hanya tersisa reruntuhan kayu dan balok besar menutupi sebagian besar lahan, membuat desa tampak kosong dan hancur.Baca juga: 4 Kecamatan di Aceh Tamiang Minim Bantuan, Paling Dibutuhkan Kelambu dan Bahan PanganHendra menyebut kondisi Desa Sekumur dan desa-desa lain di Aceh Tamiang sangat memprihatinkan.“Ini masih terisolir, kalau ada bantuan-bantuan tolonglah terobos ke daerah belum tersentuh. Karena 12 kecamatan di Aceh Tamiang itu semuanya terdampak. Makanya saya bilang ini seperti tsunami,” ujarnya.Belum meratanya bantuan di wilayah ini membuat warga mulai resah karena kekurangan logistik dan takut kelaparan.Hendra berharap pemerintah pusat menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional.“Ini harus di-recovery seperti pemerintah me-recovery tsunami di Banda Aceh. Kalau tidak bahaya, hari ini Aceh Tamiang itu sudah seperti kota kotoran. Kotoran sudah dimana-mana,” ucap dia.Selain kebutuhan sandang dan pangan, warga Desa Sekumur memerlukan tenda atau hunian sementara.“Kondisi kota Aceh Tamiang saat ini sangat luar biasa mencekam. Kalau malam hari seperti kota zombie karena mati lampu, bau tidak sedap, dan masih ada mayat belum terevakuasi. Baik di kota maupun kampung-kampung,” kata Hendra.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 08:21