- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena La Nina akan bertahan di Indonesia hingga Maret 2026.Fenomena tersebut menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah.Seperti diketahui, Indonesia saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.Baca juga: Siklon Tropis Kalmaegi Masuk Kategori 3, BMKG Peringatkan Dampaknya di IndonesiaBerdasarkan analisis BMKG tiga bulan terakhir, curah hujan terus mengalami kenaikan signifikan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.Namun, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut fenomena yang terjadi adalah La Nina Lemah, sehingga dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan.“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan,” kata Faisal dikutip dari laman BMKG.Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Ringan hingga Lebat sampai 11 November 2025, Wilayah Mana Saja?Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap curah hujan yang tinggi selama periode tersebut.“Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” sambungnya.Lantas, apa itu fenomena La Nina?Baca juga: Wilayah Indonesia yang Perlu Waspadai Curah Hujan Tinggi saat Puncak Musim HujanWikimedia/Fred the Oyster Ilustrasi fenomena La Nina.La Nina atau juga disebut anti-El Nino adalah fenomena iklim global yang ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra PasifikEl Nino adalah pola iklim yang menggambarkan pemanasan permukaan air tidak biasa di Samudera Pasifik tropis bagian timur. Sementara La Nina adalah kebalikannya.Baca juga: BMKG Prediksi Indonesia Alami La Nina Akhir Tahun 2025, Akan Ada Cuaca Ekstrem?Dilansir dari laman National Ocean Service NOAA, selama peristiwa La Nina, angin pasat lebih kuat dari biasanya, mendorong lebih banyak air hangat menuju Asia.Di lepas pantai barat Amerika, proses upwelling (air dingin dan dari lapisan dalam naik ke permukaan) meningkat, membawa air dingin yang kaya nutrisi ke permukaan.Pada tahun-tahun La Nina terjadi, suhu musim dingin menjadi lebih hangat dari biasanya di wilayah Selatan dan lebih dingin dari biasanya di wilayah Utara.Baca juga: Perbedaan Fenomena La Nina dan El Nino serta Dampaknya terhadap Cuaca
(prf/ega)
BMKG Sebut Fenomena La Nina Bertahan di Indonesia hingga Awal 2026, Apa Itu?
2026-01-12 06:23:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:01
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:52
| 2026-01-12 06:30
| 2026-01-12 05:58










































