Seni, PMI Asal Temanggung Korban Eksploitasi 20 Tahun di Malaysia Belum Dipulangkan, Kenapa?

2026-01-12 09:55:55
Seni, PMI Asal Temanggung Korban Eksploitasi 20 Tahun di Malaysia Belum Dipulangkan, Kenapa?
SEMARANG, – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Temanggung, Seni, yang menjadi korban kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Malaysia.Aziz mengatakan, hingga kini Seni masih berada di Malaysia karena berstatus sebagai saksi kunci sekaligus saksi korban dalam proses persidangan yang berjalan di pengadilan setempat.“Seperti yang sudah dijelaskan Pak Gubernur dan juga Pak Duta Besar RI untuk Malaysia, Bu Seni saat ini masih berada di Malaysia karena dibutuhkan sebagai saksi kunci atau saksi korban untuk proses persidangan. Yang bersangkutan berada di bawah pengawasan dan perlindungan KBRI,” kata Aziz melalui sambungan telepon, Senin .Ia memastikan kondisi Seni dalam keadaan sehat dan aman.Selama menjalani proses hukum tersebut, Seni tidak lagi bekerja dan sepenuhnya berada dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.“Yang bersangkutan tidak bekerja. Saat ini di bawah perlindungan KBRI dan pendampingan hukumnya juga difasilitasi oleh KBRI,” ujarnya.Baca juga: Seni, TKI asal Temanggung, Sempat Dikira Sudah Meninggal padahal Dieksploitasi di MalaysiaDia menyebut pemulangan Seni ke Indonesia baru dapat dilakukan setelah seluruh proses persidangan di Malaysia selesai.“Untuk pemulangan, nanti dilakukan setelah proses persidangan di Malaysia selesai. Saat ini masih dibutuhkan keterangannya dalam rangka proses hukum,” tuturnya.Aziz mengaku belum memperoleh data perinci mengenai dugaan kekerasan yang dialami Seni selama bekerja di Malaysia.Namun, dia menyebut Seni diduga pernah mengalami kekerasan.“Secara detail kami belum mendapatkan informasi lengkap. Tetapi dari informasi sementara yang kami terima, memang ada indikasi yang bersangkutan mengalami kekerasan,” katanya.Disnakertrans Jawa Tengah juga masih menelusuri status keberangkatan Seni ke Malaysia pada 2004, termasuk apakah yang bersangkutan berangkat melalui jalur resmi atau tidak.“Sampai sekarang kami masih mencoba menggali informasi apakah dulu yang bersangkutan berangkat melalui PJTKI atau P3MI tertentu. Data tersebut belum kami temukan,” ujar Aziz.Sebelumnya, seorang warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama Seni, diduga menjadi korban eksploitasi berat selama lebih dari 20 tahun sebagai pekerja rumah tangga di Malaysia.Selama periode tersebut, Seni tidak mendapatkan gaji dan mengalami penganiayaan, sementara kabar mengenai keberadaannya tidak jelas bagi keluarga dan tetangga.Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Lihat Seni, TKW asal Temanggung yang Kerja 20 Tahun di Malaysia Tanpa Gaji"Warga sempat berpikir Seni sudah meninggal," ungkap Marsiah, tetangga Seni, kepada Kompas.com, Senin .Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) warga Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Seni, yang sebelumnya dikabarkan hilang selama 20 tahun di Malaysia kini telah ditemukan.Luthfi mengaku telah menghubungi Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia untuk memastikan kondisi kesehatan serta perlindungan keamanan Seni.“Saya sudah komunikasi dan koordinasi dengan Dubes. Saya cek, pendampingan hukum sudah diberikan untuk Bu Seni. Sekarang dalam perlindungan Kedutaan,” kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu .


(prf/ega)