Kredit Otomotif di Era Digital: Kapan Data Transaksi Dihitung?

2026-01-13 07:00:45
Kredit Otomotif di Era Digital: Kapan Data Transaksi Dihitung?
JAKARTA, - Perkembangan teknologi finansial membuat banyak orang bertanya-tanya apakah data digital, seperti riwayat transaksi e-commerce atau penggunaan e-wallet, sudah menjadi bagian penting dalam analisis kredit.Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi online, muncul pertanyaan apakah kebiasaan digital calon debitur ikut menentukan kelayakan kredit mereka.Menurut Dimas Ario Bhimantoro, Branch Manager Toyota Astra Finance, hingga saat ini lembaga pembiayaan belum menjadikan transaksi e-commerce atau e-wallet sebagai indikator utama. “Masih belum mempertimbangkan dari transaksi e-commerce atau e-wallet,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Cara Paling Mudah Menggunakan Standar Tengah di Motor MatikIa menambahkan bahwa analisis tetap bertumpu pada dokumen finansial konvensional seperti rekening koran dan histori kredit.Meski begitu, ada kondisi tertentu di mana data digital dapat dilirik sebagai penguat penilaian.Dimas menjelaskan, “Kecuali calon debitur memiliki usaha yang penjualannya melalui e-commerce, itu menjadi salah satu pertimbangan analisis selain dari analisis rekening koran,” ujarnya.Artinya, data transaksi online baru relevan ketika berhubungan langsung dengan aktivitas usaha calon peminjam.istimewa Ilustrasi membeli mobilSecara umum, proses analisis kredit tetap mengacu pada prinsip dasar seperti kemampuan bayar, stabilitas pendapatan, serta rekam jejak kredit.Dokumen seperti slip gaji, laporan keuangan usaha, rekening koran, dan hasil SLIK OJK masih memegang peranan utama dalam penilaian awal.Kendati pemanfaatan data digital belum dominan, pernyataan tersebut menunjukkan adanya potensi perubahan di masa mendatang.Ketika transaksi e-commerce atau e-wallet mampu mencerminkan arus kas usaha yang stabil, data tersebut dapat menjadi bukti tambahan yang mendukung pengajuan kredit, terutama bagi pelaku UMKM atau pekerja nonformal.Dengan demikian, meski integrasi data digital dalam proses penilaian kredit belum sepenuhnya berjalan, arah industri pembiayaan tampaknya mulai membuka ruang bagi penggunaan jejak transaksi online sebagai bagian dari evaluasi kelayakan di masa depan.Baca juga: Daftar Mobil Bekas Rp 10 Juta sampai Rp 30 Jutaan


(prf/ega)