Mobil BBM Masih Diberi Napas, UE Ubah Target Emisi 2035

2026-01-11 22:45:01
Mobil BBM Masih Diberi Napas, UE Ubah Target Emisi 2035
JAKARTA, - Komisi Eropa berencana melonggarkan larangan penjualan mobil bermesin pembakaran internal yang semula akan berlaku penuh mulai 2035.Rencana ini muncul setelah tekanan kuat dari industri otomotif dan dinilai sebagai kemunduran terbesar kebijakan hijau Uni Eropa (UE) dalam beberapa tahun terakhir.Kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah negara anggota serta Parlemen Eropa. Jika disahkan, aturan baru akan membuka ruang bagi penjualan kendaraan non-listrik tertentu, termasuk plug-in hybrid dan mobil dengan teknologi range extender (REEV).Baca juga: Toyota Avanza Lawas Disulap Jadi OEM Veloz GR Sportjillseymourukip.org Ilustrasi emisi kendaraan.Produsen otomotif di Jerman dan Italia menjadi pihak paling vokal mendorong pelonggaran ini. Mereka menilai target nol emisi penuh sulit dicapai, terutama di tengah persaingan ketat dengan Tesla dan produsen kendaraan listrik asal China.Volkswagen menyambut positif rencana tersebut. Produsen mobil terbesar di Eropa itu menilai pendekatan baru lebih realistis secara ekonomi dan sejalan dengan kondisi pasar saat ini.“Membuka pasar bagi kendaraan bermesin pembakaran dengan kompensasi emisi adalah langkah yang pragmatis dan sesuai dengan kondisi pasar,” ujar Volkswagen dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Minggu .Namun, pelonggaran aturan ini menuai kritik dari kelompok lingkungan. Climate Group menilai kebijakan tersebut sebagai kemenangan industri kendaraan konvensional atas percepatan adopsi mobil listrik.Baca juga: Libur Nataru Lewat Tol, Ini Cara Isi Saldo e-Toll Lewat PonselPIXABAY/ANDREAS160578 Ilustrasi mobil listrik. “Pelonggaran penghapusan mesin bensin dan diesel ini bertentangan dengan perusahaan-perusahaan Eropa yang telah menginvestasikan miliaran euro pada armada listrik dan membutuhkan kepastian kebijakan,” kata Kepala Transportasi Climate Group, Dominic Phinn.Dalam proposal terbaru, UE mengubah target pengurangan emisi menjadi pemangkasan 90 persen emisi CO2 dibandingkan level 2021. Target ini menggantikan rencana sebelumnya yang mewajibkan seluruh mobil dan van baru bebas emisi mulai 2035.Sisa emisi nantinya harus dikompensasi melalui berbagai skema, seperti penggunaan baja rendah karbon, bahan bakar sintetis, atau biofuel non-pangan.Komisi Eropa juga mengusulkan masa transisi selama tiga tahun bagi produsen mobil untuk memenuhi target penurunan emisi 55 persen pada periode 2030–2032. Sementara itu, target penurunan emisi van pada 2030 dilonggarkan dari 50 persen menjadi 40 persen.Kendati demikian, pelaku industri kendaraan listrik memperingatkan bahwa perubahan arah kebijakan ini berisiko melemahkan daya saing Eropa.Baca juga: Jalan Alternatif dari Jakarta ke Sukabumi, Hindari Macet Tol BocimiDok. Carscoops Ilustrasi mobil listrik Jiyue 01CEO Polestar, Michael Lohscheller, menilai revisi target tersebut dapat berdampak jangka panjang.“Peralihan dari target nol emisi 100 persen ke 90 persen memang terlihat kecil, tetapi langkah mundur ini bisa merugikan iklim sekaligus daya saing Eropa,” ujarnya.Di sisi lain, Komisi Eropa juga mengusulkan peningkatan adopsi kendaraan listrik di armada perusahaan, yang saat ini menyumbang sekitar 60 persen penjualan mobil baru di Eropa.Selain itu, UE berencana menciptakan kategori regulasi baru untuk mobil listrik berukuran kecil dengan aturan yang lebih ringan, serta insentif tambahan jika kendaraan tersebut diproduksi di dalam negeri.


(prf/ega)