Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari

2026-01-15 13:10:47
Satu Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan, Satu Lainnya Masih Dicari
– Satu dari dua pendaki ilegal Gunung Merapi yang sempat dilaporkan hilang berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Senin . Sementara itu, satu pendaki lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh petugas.Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Ari Nurwijayanto mengatakan, pendaki yang ditemukan langsung dievakuasi ke Puskesmas Kemalang, Kabupaten Klaten.“Sore tadi alhamdulillah sudah dievakuasi satu orang ke Puskesmas Kemalang, sehingga sudah dua orang yang ditemukan, tinggal satu orang lagi yang belum ditemukan,” ujar Ari kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin .Baca juga: Kronologi Insiden Pendakian Ilegal Merapi, 2 Orang Masih DicariAri menjelaskan, pendaki yang berhasil ditemukan tersebut merupakan pendaki yang turun dari Pasar Bubrah melalui jalur Sapuangin.Meski demikian, pihak TNGM menegaskan bahwa seluruh pendaki ilegal tetap akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.“Untuk sanksi kami tunggu periksa dulu, karena saat ini kami masih fokus pada pencarian satu orang lagi,” tambahnya.Sebelumnya, Balai TNGM melalui unggahan Instagram resmi pada Senin menyampaikan informasi terkait pendakian ilegal yang berujung insiden dan operasi pencarian pendaki.Kejadian tersebut berlangsung pada akhir pekan lalu dan menimbulkan kekhawatiran karena kondisi Gunung Merapi yang masih berbahaya.Baca juga: Libur Nataru, Tarif Paket Jip Wisata Lava Tour Merapi Naik Rp 50.000Pendakian ilegal itu terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Tiga orang pendaki diketahui melakukan pendakian tanpa izin melalui jalur Kalitalang, Kabupaten Klaten. Setelah mencapai Pasar Bubrah, ketiganya memutuskan turun melalui jalur Sapuangin.Dalam perjalanan turun, salah satu pendaki mengalami cedera pada bagian kaki. Ia kemudian meminta dua rekannya untuk melanjutkan perjalanan guna mencari bantuan.Namun, karena hari sudah malam, kondisi gelap, serta vegetasi yang rapat, kedua pendaki tersebut memutuskan bertahan di jalur Sapuangin./ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Bubrah Gunung Merapi tahun 2017.Keesokan harinya, Minggu pagi, kedua pendaki kembali melanjutkan perjalanan turun.Dalam proses tersebut, salah satu pendaki terperosok, meski masih mampu melanjutkan perjalanan, ia kemudian meminta rekannya yang berada di lereng atas untuk melanjutkan perjalanan secara terpisah.Baca juga: 2 Pendaki Asal Yogyakarta Hilang di Gunung Merapi, Pencarian DilakukanPendaki yang terperosok tersebut akhirnya bertemu warga Sapuangin saat berupaya mencari jalan keluar dan mendapatkan pertolongan.Namun hingga Senin , baru satu pendaki yang berhasil turun dengan selamat, sementara dua pendaki lainnya belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian pun terus dilakukan oleh Balai TNGM bersama pihak terkait.Pihak pengelola kawasan kembali menegaskan pentingnya mematuhi aturan dan larangan pendakian Gunung Merapi. Pendakian Gunung Merapi telah ditutup total sejak Mei 2018 akibat peningkatan aktivitas vulkanik dan hingga kini masih belum dibuka kembali.Meski demikian, wisatawan yang ingin merasakan aktivitas alam di kawasan Merapi masih dapat melakukan hiking di sejumlah lokasi wisata, seperti Deles Indah dan Kali Talang.Baca juga: 5 Wisata Hits di Klaten, Ada Deles Indah dan Kali TalangNamun, jalur tersebut tidak mencapai puncak Gunung Merapi dan memiliki batasan tertentu yang wajib dipatuhi pengunjung.Pihak TNGM mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melakukan pendakian ilegal demi keselamatan bersama, mengingat status Gunung Merapi sebagai gunung api aktif dengan potensi bahaya yang tinggi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-15 10:58