Kalender 2026: Cek Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend

2026-01-14 16:55:50
Kalender 2026: Cek Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend
- Masyarakat tak lama lagi akan memasuki kalender 2026. Ada sejumlah libur nasional, cuti bersama, dan long weekend sepanjang tahun ini. Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri nomor 1497, 2, dan 5 menjadi menjadi dasar hukum terkait libur nasional dan cuti bersama kalender 2026. Anda dapat menggunakan untuk pergi ke luar kota maupun ke luar negeri, berkumpul bersama keluarga, maupun menyusun agenda tertentu, seperti pernikahan. Berikut ini berbagai jadwal libur kalender 2026 yang dapat Anda nikmati. Baca juga: Kalender 2026: Tanggal Merah Berkurang dari 2025, Bagaimana dengan Long Weekend?Ada sejumlah libur nasional yang dapat dinikmati sepanjang 2026. Libur nasional yang paling banyak terdapat pada bulan Mei. Anda dapat merencanakan berbagai agenda di bulan ini. Berikut ini rincian libur nasional 2026:Baca juga: Link Download Kalender 2026, Lengkap dengan Tanggalan Hijriah dan JawaBaca juga: Kalender 2026 Banyak Long Weekend, Tanggal Merah Paling Banyak di Bulan Apa?Baca juga: Kalender 2026 Banyak Long Weekend, Tanggal Merah Paling Banyak di Bulan Apa?Kalender 2026 memiliki beberapa libur long weekend karena libur nasional dan cuti bersama berurutan dengan libur akhir pekan, terutama bagi Anda yang tempat kerjanya memberikan libur pada Sabtu dan cuti bersama. Berikut ini jadwalnya: Baca juga: Kalender 2026 Punya 8 Long Weekend, Ini Tanggal LengkapnyaBaca juga: Kalender 2026 Punya 8 Long Weekend, Ini Tanggal LengkapnyaDemikian jadwal libur kalender 2026 yang terdiri dari libur nasional, akhir pekan, cuti bersama, dan long weekend. Anda dapat merencanakan agenda liburan tahun depan sejak saat ini. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 17:08