Polri Diminta Perkuat Pencegahan dan Respons Kasus Penculikan Anak

2026-02-04 00:41:24
Polri Diminta Perkuat Pencegahan dan Respons Kasus Penculikan Anak
JAKARTA, - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem Lola Nelria Oktavia mendorong aparat Kepolisian untuk memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat, termasuk dalam menangani maraknya kasus penculikan anak di berbagai daerah.Hal ini sekaligus merespons pernyataan Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo yang mengakui bahwa banyak pejabat kepolisian di level wilayah belum menunjukkan kinerja optimal.Menurut Lola, hal tersebut merupakan masukan penting yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh internal Polri guna memastikan pelayanan publik yang optimal.“Komisi III memandang evaluasi internal ini sebagai langkah perbaikan yang harus diperkuat,” ucap Lola, Kamis .Baca juga: Refly Harun Cs Walk Out, Jimly Asshiddiqie: Saya Hargai Sikapnya, Itu Aktivis SejatiPolitikus Partai Nasdem ini menekankan bahwa Polsek merupakan garda terdepan yang harus memiliki standar kinerja yang kuat, baik dalam hal investigasi, kesiapsiagaan, maupun kemampuan merespons aduan masyarakat.Polri diminta memastikan seluruh unit di daerah agar tidak hadir secara administratif saja, tetapi mampu memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat.Karena itu, Komisi III DPR akan meminta Polri melakukan pembenahan yang lebih sistematis, termasuk peningkatan kapasitas SDM, pengawasan kinerja, dan penyempurnaan SOP penanganan kasus kekerasan terhadap anak maupun orang hilang.“Ini prioritas. DPR akan terus mengawal,” tegas Lola.Menurut dia, keselamatan dan keamanan warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, merupakan mandat yang tidak bisa dinegosiasikan.Komisi III DPR, kata Lola, juga menekankan pembenahan yang dilakukan Polri harus bisa memperkuat kehadiran institusi Kepolisian di tengah masyarakat dan mengurangi potensi kejahatan yang menyasar anak-anak.Baca juga: Empat Pendemo Rusuh Akhir Agustus Didakwa Serang Polisi di Mapolres JakutLebih lanjut, Lola juga menyoroti soal kasus-kasus penculikan anak.Menurut Lola, setiap laporan orang hilang wajib ditindaklanjuti tanpa menunda waktu.Sebab, kecepatan adalah faktor penentu dalam penyelamatan korban, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan anak di bawah umur.“Negara wajib hadir. Deteksi dini, respons cepat, dan edukasi masyarakat adalah kunci,” tegas Lola.Adapun belakangan ini, kasus penculikan anak sedang menjadi sorotan.Salah satu yang viral terkait penculikan Bilqis, bocah tiga tahun asal Makassar.Baca juga: Tanggapi Putusan MK, Bahlil Sebut Polisi Aktif Bantu Kinerja Kementerian ESDMBilqis hilang saat bermain di sekitar Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu , dan ditemukan enam hari kemudian di Jambi.Polisi mengungkap bahwa Bilqis diculik untuk dijual dengan harga Rp 3 juta di Makassar, dan nilainya meningkat hingga puluhan juta di luar daerah.Kepulangan Bilqis ke Makassar pada Minggu disambut haru, sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 23:40