BMKG: Prakiraan Cuaca 30 Desember 2025, Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

2026-01-12 05:18:19
BMKG: Prakiraan Cuaca 30 Desember 2025, Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa .Berdasarkan keterangan BMKG pada Senin , sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi akan dilanda hujan hingga angin kencang.Untuk itu, masyarakat yang beraktivitas di luar diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem di setiap wilayah.Baca juga: Siklon Tropis Hayley dan Bibit Siklon Tropis 98S Terdeteksi di Indonesia, BMKG Peringatkan Wilayah TerdampakMenurut BMKG, Siklon Tropis Hayley yang saat ini berada di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur diprediksi bergerak ke arah tenggara dalam 24 jam ke depan.Kemudian dalam 48-72 jam ke depan diprediksi akan menurun dan berpotensi punah seiring dengan masuknya sistem tersebut ke daratan Australia bagian barat.Siklon ini dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem hingga mencapai lebih dari 25 knot di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur atau di sekitar sistem dan membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.Baca juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Pulau Jawa hingga Sumatera Terjadi Januari 2026Selanjutnya, Bibit Siklon 98S yang saat ini berada di daratan Australia bagian utara dengan kecepatan angin maksimum sebesar 35 knot dan tekanan udara minimum 997 hectopascal pada 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung menurun dan melemah, baik dari kecepatan angin maupun pola sirkulasinya, sehingga untuk berkembang menjadi siklon tropisnya dalam kategori rendah.Bibit Siklon ini tidak memberikan dampak secara langsung terhadap cuaca di wilayah Indonesia.Selain itu, sirkulasi siklonik juga diprediksi berada di Samudera Hindia barat Aceh, barat daya Lampung, dan Perairan utara Kalimantan Barat yang membentuk daerah perlambatan konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Hindia barat Aceh, di Laut Andaman, dari Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Selat Sunda bagian selatan, dan dari Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna.Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut.Baca juga: Kenapa Curah Hujan Meningkat di Akhir Tahun 2025? Ini Kata Kepala BMKG Menurut BMKG, kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia. Seperti hujan sedang-lebat, hujan lebat-sangat lebat, serta angin kencang.Baca juga: Mensesneg Minta BMKG Monitor Cuaca dan Iklim Jelang Pergantian Tahun


(prf/ega)