Beda Hari Ibu Nasional dan Internasional, Begini Makna dan Sejarahnya

2026-01-13 05:39:50
Beda Hari Ibu Nasional dan Internasional, Begini Makna dan Sejarahnya
- Banyak orang masih menganggap Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember sama dengan Mother’s Day yang dirayakan di berbagai negara.Anggapan ini kerap muncul karena keduanya sama-sama berfokus pada sosok ibu dan peran perempuan dalam keluarga.Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, Hari Ibu Nasional dan Mother’s Day Internasional memiliki latar belakang sejarah, makna, serta tujuan peringatan yang cukup berbeda.Di Indonesia, Hari Ibu tidak semata-mata dimaknai sebagai momen memberi bunga atau hadiah, melainkan sebagai penghargaan atas perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa.Karena itulah, Hari Ibu di Indonesia sering disebut sebagai Indonesian Women’s Day. Lalu, apa saja perbedaan utama antara Hari Ibu Nasional dan Mother’s Day Internasional? Berikut penjelasan lengkapnya.Baca juga: 40 Ucapan Selamat Hari Ibu 2025 dalam Bahasa Inggris yang BerkesanHari Ibu Nasional di Indonesia berakar dari semangat persatuan dan perjuangan perempuan pada masa pergerakan nasional.Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), peringatan ini terinspirasi dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menegaskan persatuan bangsa Indonesia.Pada masa itu, para tokoh perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi pemuda menggelar Kongres Perempuan Indonesia Pertama di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928. Kongres tersebut menjadi tonggak penting bagi gerakan perempuan Indonesia.Dari kongres itu lahir federasi mandiri bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI), yang kemudian berubah menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII) pada 1929. Melalui organisasi ini, perempuan Indonesia berjuang untuk kesetaraan, kemerdekaan, serta martabat bangsa.Baca juga: Sejarah Hari Ibu 22 Desember di Indonesia, Bermula dari Kongres Perempuan 1928Perjuangan tersebut berlanjut pada Kongres Perempuan Indonesia II tahun 1935 di Jakarta. Dalam kongres ini, ditegaskan peran perempuan sebagai Ibu Bangsa, yakni pendidik generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan Indonesia.Puncaknya terjadi pada Kongres Perempuan Indonesia III tahun 1938 di Bandung. Pada momentum inilah tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.Penetapan tersebut kemudian dikukuhkan secara resmi oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.Sementara itu, sejarah Mother’s Day Internasional berawal dari Amerika Serikat pada tahun 1868. Saat itu, Ann Reeves Jarvis membentuk komite bernama Mother’s Friendship Day.Baca juga: 50 Contoh Ucapan Terima Kasih Ibu di WhatsApp buat Memperingati Hari Ibu 2025Gerakan ini bertujuan menyatukan kembali keluarga-keluarga yang terpecah akibat Perang Saudara Amerika Serikat.Setelah Ann Reeves Jarvis wafat, perjuangan tersebut dilanjutkan oleh putrinya, Anna Jarvis. Pada 10 Mei 1908, Anna menggelar perayaan Mother’s Day pertama untuk mengenang ibunya sekaligus mengampanyekan pengakuan nasional terhadap hari tersebut.


(prf/ega)