Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Persiapan Hadapi Potensi La Nina

2026-01-15 01:13:24
Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Persiapan Hadapi Potensi La Nina
JAKARTA, - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu pagi.Apel yang dimulai sekitar pukul 09.45 WIB itu diikuti oleh personel Polri bersama unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (Basarnas).Dalam arahannya, Jenderal Listyo menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran Polri menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena La Niña."BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 akan mulai terjadi fenomena La Niña yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026," kata Listyo dalam arahannya, Rabu.Baca juga: Perbedaan Fenomena La Nina dan El Nino serta Dampaknya terhadap CuacaFenomena ini, lanjut Listyo, tetap berpotensi meningkatkan curah hujan di atas normal, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, dan sebagian Papua."Tetap harus diwaspadai karena juga akan berpengaruh terhadap meningkatnya kerawanan bencana, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, dan sebagian Papua yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan di atas normal," ujarnya.Ia menambahkan, kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.Oleh karena itu, sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih efektif.Baca juga: BMKG Sebut Peluang La Nina di Indonesia Capai 70 Persen"Dalam menghadapi tantangan tersebut, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama kepada hasil penanganan bencana," tutur dia.Kegiatan tersebut menjadi momentum awal koordinasi lintas lembaga menjelang musim hujan dan potensi bencana yang meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.Apel kesiapan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri memastikan sumber daya logistik dan peralatan SAR siap digunakan kapan pun dibutuhkan, seiring meningkatnya potensi bencana di pengujung 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 00:18