- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong kolaborasi pemerintah pusat dan daerah bersama perguruan tinggi melakukan hilirisasi dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional, termasuk produk gambir di Sumatera Barat (Sumbar).“Ya, kita harus sekarang bersama. Kita harus kolaborasi antara pusat, daerah, dan perguruan tinggi,” tegasnya dalam siaran pers.Dia mengatakan itu saat memberikan keynote speech pada Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand), Sabtu . Pada kesempatan itu, Amran menjelaskan potensi besar komoditas gambir, yang sebagian besar dihasilkan Sumbar.Mengutip hasil penelitian akademisi dari Universitas Andalas, Amran menyebutkan, gambir memiliki nilai ekonomi yang sangat besar.“Ini data sumbernya dari Unand, Doktor Muhammad Makky. Ada potensi sampai Rp 500 triliun jika kita hilirisasi, kami sudah bahas marathon mudah-mudahan tidak ada aral melintang” jelas Amran.Baca juga: Mentan Amran Pecat Staf yang Pungli Bantuan Alsintan: Mengaku Dirjen, Minta Rp 50-600 Juta ke PetaniIa menambahkan, badan usaha milik negara (BUMN) telah menyatakan kesediaannya untuk masuk, dan rencana hilirisasi gambir sudah dilaporkan kepada presiden. Program pembangunan pabrik pengolahan gambir pun tengah disiapkan, dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp 1 triliun untuk empat sampai lima pabrik.“Ini luar biasa, dan saya mohon Unand dan alumni Unand ikut mengawal, karena added value-nya luar biasa,” harap Amran kepada para peserta.Selain mengenai hilirisasi gambir, Amran juga menyoroti komoditas kelapa yang memiliki potensi besar di Sumbar. Ia menjelaskan, hilirisasi kelapa dapat meningkatkan nilai jual hingga 100 kali lipat.Baca juga: Klaim Impor 40,4 Ton Beras Ilegal untuk MBG, Pengusaha Batam Minta Maaf ke Mentan“Harga kelapa di luar negeri, seperti China, bisa mencapai Rp 30.000 per biji. Kita baru dapat sekitar Rp 3.500. Saat ini nilai ekspornya rata-rata mencapai Rp 24 triliun. Jika hilirisasi air kelapanya, kita kemas, buat packagingnya yang bagus itu menghasilkan Rp 2.436 triliun,” terangnya.Amran menegaskan, hilirisasi merupakan pilihan strategis untuk menguatkan ekonomi nasional sekaligus menyiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.Dalam sambutannya, Amran juga menekankan peran penting perguruan tinggi sebagai pusat inovasi teknologi pertanian. Ia mendorong agar karya ilmiah, hasil penelitian, hingga produk inovatif mahasiswa dan dosen dapat dikembangkan menjadi industri nyata.Baca juga: Pengusaha yang Impor 40,4 Ton Beras Ilegal di Batam Minta Maaf ke Mentan
(prf/ega)
Mentan Amran Dorong Hilirisasi Gambir dengan Nilai Potensi Rp 500 Triliun
2026-01-12 04:33:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:56
| 2026-01-12 03:08
| 2026-01-12 03:06
| 2026-01-12 02:54










































