Meneropong Gurita Bisnis Ritel, Siapa Raja Pusat Belanja Sesungguhnya?

2026-01-12 03:15:51
Meneropong Gurita Bisnis Ritel, Siapa Raja Pusat Belanja Sesungguhnya?
JAKARTA, - Indonesia, dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah yang pesat, telah lama menjadi medan pertempuran sengit bagi para pengembang pusat belanja.Dari mal-mal mewah di pusat kota hingga lifestyle center yang merambah kawasan pinggiran, setiap sudut kota besar menjadi arena pertarungan untuk menarik konsumen.Namun, siapa sebenarnya yang pantas menyandang gelar "Raja Pusat Belanja" di Nusantara ini?Gelar tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemegahan satu atau dua mal ikonik, melainkan oleh total Nett Leasable Area (NLA), atau luas area bersih yang dapat disewakan, dari seluruh portofolio pusat belanja yang dimiliki oleh sebuah entitas.Baca juga: Terungkap, Alasan Foodcourt Berada di Lantai Teratas Mal Mengapa NLA penting dalam industri ritel? NLA adalah metrik standar industri yang mengukur total area lantai dalam sebuah mal yang secara efektif dapat disewakan kepada tenant.NLA mencerminkan indikator kapasitas riil dan dominasi pasar seorang pengembang, dan sumber paling akurat untuk menganalisanya adalah laporan prospektus perusahaan-perusahaan properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Laporan ini wajib memuat detail aset dan kapasitas usaha.Mari kita bedah data dari beberapa pemain kunci yang tercatat di BEI untuk mengidentifikasi siapa yang paling dominan.Beberapa konglomerasi properti besar di Indonesia memiliki portofolio pusat belanja yang masif.Mereka adalah entitas yang tercatat di BEI, yang secara transparan menyajikan data NLA dalam laporan keuangan dan prospektus mereka.1. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)LPKR, melalui unit bisnis Lippo Malls Indonesia (LMIR), adalah salah satu pemilik dan pengelola mal terbesar di Indonesia dengan jangkauan geografis terluas.NLA Mal (Estimasi Konsolidasi): ± 1.300.000-1.500.000 meter persegi.Baca juga: Masa Depan Mal Bukan Lagi Soal Transaksi, Tapi Selfie dan NgopiPortofolio: Lippo Mall Puri, Mal Lippo Karawaci, Cibubur Junction (Jabodetabek), Keboen Raya Lippo Plaza, Plaza Nusantara, Lippo Mall Tanjung Bunga, Lippo Plaza Palembang, serta puluhan mal di kota-kota sekunder lainnya.Dominasi LPKR terlihat dari jumlah mal yang mencapai puluhan di berbagai kota, menjadikannya pemain dengan NLA terbesar secara agregat, meskipun mungkin di segmen pasar yang lebih beragam (mulai dari mid-tier hingga upper-mid).2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)PWON adalah salah satu pemain paling dominan, terutama di segmen mal terintegrasi dengan properti lain (superblock). Portofolio mereka tersebar di Jakarta dan Surabaya.NLA Mal (Estimasi Konsolidasi): ± 700.000-800.000 meter persegi.Portofolio: Gandaria City, Kota Kasablanka, Plaza Blok M (Jakarta), Tunjungan Plaza (Surabaya), Pakuwon Mall (Surabaya), Pakuwon Mall Bekasi, Hartono Lifestyle Mall Jogja, dan Hartono Lifestyle Mall Solo.Baca juga: 5 Mal Terbesar di Indonesia, Pakuwon Surabaya JuaranyaPWON memiliki keunggulan dalam pengembangan superblock yang menggabungkan mal, apartemen, hotel, dan perkantoran, memaksimalkan trafik pengunjung dan sinergi antar aset.3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)SMRA dikenal dengan pengembangan kota mandiri yang selalu dilengkapi dengan mal berkualitas tinggi yang menjadi ikon di kawasannya.


(prf/ega)