Atap SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Saat Hujan Deras, Sejumlah Siswa Terluka

2026-02-05 14:59:13
Atap SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Saat Hujan Deras, Sejumlah Siswa Terluka
Hujan deras mengakibatkan atap ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk. Sejumlah siswa terluka akibat tertimpa material bangunan."Iya betul, ada tiga kelas yang ambruk," kata Kades Wanaherang Heri Sadewo ketika dimintai konfirmasi detikcom, Senin .Heri menyebutkan atap ruang kelas ambruk ketika hujan deras sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, menurut Heri, ada siswa yang sedang belajar."Pas kejadian ada yang sedang belajar. Cuma yang dari tiga kelas itu, ada satu kelas yang sedang pemeriksaan kesehatan, jadi kosong. Jadi cuma dua kelas yang sedang ada yang belajar. Kejadiannya pas hujan deras sekitar jam 14.00-an," kata Heri.Heri mengatakan sejumlah siswa mengalami luka akibat tertimpa material atap yang ambruk. Saat ini, korban luka sudah dievakuasi ke rumah sakit."Ada korban luka empat orang sementara ini, ada yang patah tulang, ada yang luka lainnya. Itu kelas XI yang ambruknya, yang lukanya. Yang korban luka sudah dibawa ke rumah sakit," kata Heri.Dalam foto dan video yang diterima detikcom, tampak atap bangunan kelas ambruk. Besi-besi rangka bangunan dan atap tampak berserakan.Peristiwa itu tampak terjadi ketika hujan deras. Dalam video juga terlihat sejumlah siswa sedang berada di sekitar lokasi menyaksikan bangunan kelas yang ambruk.Tim BPBD dan relawan saat ini sudah mendatangi lokasi dan melakukan asesmen. Sejumlah korban luka sudah dibawa ke rumah sakit."Betul, tim sudah ke lokasi. Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk jumlah korban masih didata, kurang lebih segitu (di atas 10 orang). Untuk lokasi sudah diamankan, bangunan ambruknya belum dievakuasi," kata Kepala Tim Logistik BPBD Kabupaten Bogor Andi Sumardi.Lihat juga Video: Fakta Seputar Ambruknya Atap Ponpes di Situbondo, 1 Santri Tewas[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 13:04