Kenapa Bata Ringan Jauh Lebih Unggul untuk Konstruksi Tahan Gempa?

2026-01-12 03:30:02
Kenapa Bata Ringan Jauh Lebih Unggul untuk Konstruksi Tahan Gempa?
- Pemilihan material dinding menjadi krusial dalam konstruksi bangunan yang tahan gempa di Indonesia, mengingat potensi aktivitas tektonik yang tinggi.Untuk bangunan tahan gempa, para ahli teknik sipil secara terbuka mendorong penggunaan bata ringan (AAC) karena memiliki keunggulan signifikan dalam mengurangi beban struktur bangunan.Baca juga: Lempeng Laut Filipina Deformasi, Picu Gempa M 4,9 di Talaud Sulawesi UtaraDosen Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS), Edy Purwanto, menjelaskan bahwa perbedaan bobot material antara bata ringan dan bata merah menjadi faktor utama keunggulan bata ringan dalam konteks konstruksi tahan gempa.Edy Purwanto membeberkan data perbandingan bobot spesifik kedua material yang sangat mencolok."Bata ringan memiliki berat sekitar 600 kg/m³, sedangkan pasangan batu bata bisa mencapai 1.700 kg/m³. Karena itu, untuk konstruksi tahan gempa, bata ringan lebih unggul," ujar Edy Purwanto.Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Ashar Saputra, senada menjelaskan bahwa bobot material dinding sangat memengaruhi beban yang ditanggung seluruh struktur bangunan, khususnya saat terjadi gempa.Ashar Saputra menekankan, meskipun bata merah dan bata ringan AAC sama-sama telah memenuhi standar SNI untuk bahan bangunan, aspek beban menjadi pertimbangan utama di wilayah rawan gempa."Bata ringan unggul dari sisi struktur karena memiliki berat yang lebih ringan. Dengan demikian, beban yang harus ditanggung bangunan, terutama saat terjadi gempa menjadi lebih kecil," jelas Ashar Saputra.Menghadapi risiko gempa, pengurangan massa atau bobot bangunan menjadi strategi mitigasi yang efektif.Penggunaan bata ringan secara substansial mampu mengurangi beban inersia yang ditanggung struktur saat guncangan, sehingga risiko kerusakan akibat beban berlebih dapat diminimalisir.Selain faktor bobot dan ketahanan gempa, bata ringan juga menawarkan keunggulan dari sisi efisiensi konstruksi, meskipun harga awalnya relatif lebih mahal.Edy Purwanto membandingkan proses pemasangan kedua jenis bata ini.Ia menyebut, efisiensi waktu kerja dan pengurangan limbah konstruksi menjadi nilai tambah utama bata ringan."Harga bata ringan memang lebih tinggi. Tapi pemasangannya lebih cepat dan menghasilkan limbah konstruksi yang lebih sedikit dibandingkan bata merah," kata Edy.Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Ini Rekomendasi Dosen Teknik Sipil untuk Rumah Tropis Aman GempaAshar Saputra menambahkan bahwa ukuran bata ringan yang lebih besar dibanding bata merah turut mempercepat proses pembangunan.


(prf/ega)