- Kupu-kupu sering dinilai sebagai indikator bagi perubahan iklim. Jika populasi kupu-kupu berubah atau menghilang, itulah tanda awal ada yang salah dengan kesehatan ekosistem di suatu wilayah.Untuk beradaptasi dan melanjutkan siklus hidupnya, kupu-kupu biasanya akan berpindah habitat dan pola migrasi ke wilayah yang lebih tinggi demi mencari udara dingin. Namun, di sinilah letak permasalahannya.Baca juga: Sebuah penelitian menemukan, dari 24 kupu-kupu Asia Tenggara yang diteliti, 17 di antaranya berisiko mengalami penurunan area habitat yang mereka bagikan dengan tanaman inang mereka, khususnya ketika terjadi perubahan iklim."Kami ingin memilih spesies kupu-kupu yang paling mewakili di Asia tropis. Kami hanya menggunakan data iklim sebagai faktor prediktif. Kami ingin melihat, dalam skenario terburuk, apa yang terjadi pada mereka," jelas peneliti utama riset tersebut dan mahasiswa doktoral di Universitas Helsinki, Jin Chen, dilansir dari Eos, Senin .SHUTTERSTOCK/SMARKO Kupu-kupu bisa mengalami pengurangan habitat akibat perubahan iklim. Simak selengkapnya, termasuk bagaimana simbiosisnya dengan tanaman.Kupu-kupu membutuhkan tanaman yang menjadi inang bagi larva dan menyediakan makanan bagi mereka.Namun, ketika kupu-kupu berpindah ke wilayah yang lebih tinggi, belum tentu tanaman yang mereka butuhkan untuk bertahan sudah tersedia di lokasi itu, atau belum jelas juga apakah tanaman mengubah habitat dengan kecepatan dan arah yang sama dengan kupu-kupu.Untuk membandingkan apakah kecepatan pindah kupu-kupu setara dengan kecepatan pindah tanaman, peneliti menyimulasikan bagaimana kupu-kupu Asia dan tanaman inang mereka akan mengalami migrasi habitat sebagai respons terhadap skenario perubahan iklim emisi tinggi.Baca juga: Para peneliti memilih 24 spesies kupu-kupu yang jangkauan wilayahnya membentang dari hutan hujan dataran rendah yang lebat hingga dataran tinggi pegunungan.Beberapa spesies memiliki jangkauan wilayah yang luas, sedangkan yang lain sempit. Ada yang hanya bergantung pada satu tanaman inang, dan ada pula yang dapat memanfaatkan beberapa jenis tanaman.Penelitian tersebut menemukan, dari 24 jenis kupu-kupu Asia Tenggara yang diperiksa, sekitar 71 persen atau 17 kupu-kupu di antaranya berpotensi mengalami pengurangan luas habitat yang mereka bagi bersama tanaman inangnya.Beberapa spesies kupu-kupu mungkin kehilangan hampir 40 persen area habitat yang mereka bagikan saat mereka berpindah ke daerah yang lebih sejuk.Artinya kondisi ini bisa memicu kepunahan massal dan memutus hubungan ekosistem. Tanpa tanaman yang tepat, ulat kupu-kupu tidak bisa makan, dan siklus hidup mereka akan terputus."Titik-titik panas dari pemutusan hubungan ini sebagian besar berada di wilayah pegunungan Asia tropis, termasuk Kalimantan serta perbatasan Laos, Vietnam, dan Kamboja. Selain itu juga bagian utara Myanmar yang dekat dengan Pegunungan Himalaya," ujar Chen.Baca juga: Studi Ungkap, Ruang Hijau di Tepi Jalan Tingkatkan Keragaman Kupu-Kupu
(prf/ega)
Perubahan Iklim Berpotensi Mengancam Kupu-kupu dan Tanaman
2026-01-12 03:43:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 03:51
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 02:35
| 2026-01-12 01:49










































