BALIKPAPAN, – Polresta Balikpapan resmi memulai pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 yang akan berlangsung selama dua minggu, mulai 17 hingga 30 November 2025.Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta mengurangi kecelakaan dan fatalitas di jalan raya, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, menjelaskan bahwa Polresta telah menyiapkan 160 personel gabungan untuk mendukung pelaksanaan operasi ini.Baca juga: Polda Metro Gelar Operasi Zebra Jaya 2025, Ini Daftar Pelanggaran yang DisasarPersonel yang terlibat tidak hanya berasal dari kepolisian, tetapi juga melibatkan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Perhubungan, TNI, Jasa Raharja, dan Satpol PP.“Tujuan dilaksanakannya Operasi Zebra Mahakam 2025 adalah menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan angka fatalitas, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kombes Anton Firmanto setelah memimpin Apel Operasi Zebra Mahakam, Senin .Dalam operasi kali ini, Anton menekankan adanya perubahan strategi penindakan dengan mengedepankan tindakan represif.Penegakan hukum (Gakkum) lalu lintas akan dilakukan secara selektif dan prioritas.Baca juga: 8 Pelanggaran Operasi Zebra 17-30 November 2025, Berikut Daftarnya“Pada pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 kali ini, kita mengedepankan giat represif. Melakukan giat Gakkum Lantas secara selektif prioritas menggunakan ETLE mobile, statis, maupun tilang manual terhadap pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan jumlah fatalitas korban tinggi,” jelas Kapolresta.Sasaran Operasi Zebra Mahakam 2025 mencakup segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang dapat menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.Fokus penilangan, baik melalui ETLE statis, manual, maupun ETLE mobile, akan ditujukan pada kelengkapan kendaraan, SIM, dan pelat nomor, serta menyoroti operasional kendaraan alat berat di Balikpapan.“Harapannya, ini meningkatkan ketertiban masyarakat dan kelengkapan kendaraan, SIM, pelat nomor, sehingga mengurangi penindakan penegakan hukum oleh jajaran lalu lintas,” tambahnya.Baca juga: Ini Sasaran Polisi dalam Operasi Zebra Jaya 2025Anton Firmanto juga memaparkan data perbandingan dari Operasi Zebra Mahakam tahun sebelumnya.Data menunjukkan adanya kenaikan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang perlu menjadi perhatian bersama.Pada pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2024, tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 3 kejadian, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 2 kejadian.Meskipun demikian, jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Zebra Mahakam 2024 dan 2023 tetap sama, yakni sebanyak 2 orang.Kenaikan yang paling mencolok terjadi pada jumlah pelanggaran lalu lintas.Baca juga: Buronan yang Loloskan 5 Kg Sabu ke Balikpapan Dibekuk, Sembunyi di Plafon Nyaris DitembakPada tahun 2024, tercatat sebanyak 1.738 pelanggaran, dengan rincian 788 lembar tilang dan 950 lembar teguran.Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2023 yang hanya mencatat 571 pelanggaran (440 lembar tilang dan 131 lembar teguran).“Maka terjadi kenaikan sejumlah 1.167 pelanggaran, atau sebesar 67 persen. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas harus terus dilakukan dan hendaknya upaya tersebut juga menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan, bukan hanya Polri,” tutup Anton Firmanto.
(prf/ega)
Strategi Penindakan Operasi Zebra 2025 di Balikpapan Diubah, Lebih Ketat Gunakan ETLE
2026-01-12 06:32:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 05:08










































