PURWOREJO, - Tim dokter hewan melakukan bedah bangkai (nekropsi) terhadap seekor hiu paus jantan sepanjang 5,2 meter yang terdampar mati di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Senin .Nekropsi dilakukan oleh dokter hewan dari Yayasan Sealife Indonesia, drh. Dwi Suprapti, bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo, dengan dibantu petugas lapangan dari berbagai instansi.Dalam proses pembedahan, tim mengambil sejumlah sampel organ dalam untuk kepentingan pengujian laboratorium.Baca juga: Gelar Pahlawan Nasional untuk Sarwo Edhie, SBY: Ini Kehormatan Besar bagi KeluargaOrgan yang diambil meliputi jantung, hati, ginjal, limpa, usus, lambung, isi lambung, jaringan kulit, serta otot.“Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan luka yang mencolok selain bekas melepuh di bagian bawah ekor. Secara umum kondisinya sudah masuk kode tiga, yaitu bangkai mulai membusuk atau moderate decomposition,” ujar drh. Dwi Suprapti dalam keterangan resminya pada Rabu .Ia menjelaskan, hiu paus tersebut diperkirakan telah mati lebih dari 24 jam sebelum ditemukan terdampar di Pantai Pasir Puncu.Meski demikian, nekropsi tetap dapat dilakukan meskipun sebagian jaringan tubuh sudah mengalami autolisis atau pembusukan.Dari hasil pemeriksaan organ dalam secara makroskopis, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda trauma berat atau kelainan yang mencurigakan.Namun, saat dilakukan pemeriksaan pada bagian lambung, ditemukan kondisi lambung yang penuh dengan makanan berupa kumpulan udang kecil atau udang rebon yang belum tercerna.“Temuan isi lambung ini menjadi salah satu indikator yang perlu kami dalami. Untuk memastikan penyebab kematian, kami mengambil sampel isi lambung untuk dilakukan uji toksikologi dan analisis kimia di laboratorium,” jelas Dwi.Menurutnya, ada kemungkinan kematian hiu paus tersebut dipicu oleh faktor toksikasi atau keracunan.Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium untuk memastikan dugaan tersebut.“Hasil sementara belum bisa disimpulkan. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium agar penyebab kematian hiu paus ini bisa diketahui secara pasti,” pungkasnya.Diketahui, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (LHP) memastikan telah melakukan koordinasi lintas instansi terkait penanganan hiu paus (hiu tutul) yang terdampar di wilayah pesisir selatan Purworejo.Kepala Dinas LHP Purworejo, Wiyoto Harjono, mengatakan bahwa hiu paus tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi masih hidup namun sangat lemas di kawasan Pantai Roro Inten, Desa Pagak, Kecamatan Ngombol, pada Minggu .Koordinasi segera dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI Angkatan Laut, BPBD, hingga DPUPR untuk kemungkinan penyediaan alat berat.“Kemarin, hiu paus ditemukan dalam kondisi masih hidup tetapi sudah lemas. Kemudian hiu kembali terseret ombak ke selatan menuju laut lepas dan tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi,” jelas Wiyoto Harjono pada Senin .Namun, pada Senin , hiu paus tersebut kembali ditemukan warga dalam kondisi sudah mati di Pantai Keburuhan, Kecamatan Ngombol.Hiu berukuran sekitar 6 meter dengan berat diperkirakan mencapai 1,3 ton.
(prf/ega)
Hiu Paus Terdampar Mati di Purworejo, Lambung Penuh Udang Rebon
2026-01-12 03:36:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 02:41
| 2026-01-12 02:36
| 2026-01-12 01:25
| 2026-01-12 01:22










































