- Kelompok Palestina Hamas mengonfirmasi kematian juru bicara sayap militer Brigade al-Qassam, Abu Obeida, serta mantan pemimpin Hamas di Gaza, Mohammed Sinwar, dalam serangan Israel pada Senin .Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Brigade al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, melalui sebuah video. Kelompok tersebut mengonfirmasi kematian Abu Obeida sekaligus mengumumkan penunjukan juru bicara yang baru, yang ditampilkan dengan wajah tertutup.Abu Obeida sebelumnya telah menjadi bagian dari strategi komunikasi Hamas selama dua tahun.Dalam pernyataannya, juru bicara yang baru menyebutkan untuk pertama kalinya identitas asli dari Abu Obeida, yakni Hudhayfah Samir Abdullah al-Kahlout, dan mengatakan bahwa mereka mewarisi gelar dan perannya sebagai pemimpin besar.Sebelumnya pada Mei 2025 lalu, Militer Israel mengeklaim telah menewaskan Mohammed Sinwar, adik dari mantan pemimpin Hamas Yahya Sinwar.Beberapa bulan kemudian, Israel juga mengumumkan telah menewaskan Abu Obeida dalam operasi militernya.Baca juga: Trump Ancam Lenyapkan Hamas jika Langgar Gencatan Senjata, Sementara Israel Tewaskan 101 Orang di GazaDilansir dari Al Jazeera, Abu Obeida merupakan sosok yang sangat penting dalam menyampaikan sikap, pesan, dan narasi Hamas di Gaza.Ia secara rutin merilis pernyataan mengenai perkembangan yang terjadi di medan perang, pelanggaran gencatan senjata, serta kesepakatan pertukaran tawanan Israel dengan tahanan Palestina.Hal ini terkhusus pada awal 2025 saat berlangsungnya gencatan senjata singkat antara Palestina dan Israel yang kemudian secara sepihak diakhiri oleh Israel.Ia memberikan pernyataan terakhirnya pada awal September, saat Israel melakukan serangan baru ke Kota Gaza, dengan menetapkan wilayah tersebut sebagai zona pertempuran sambil menghancurkan ratusan bangunan permukiman dan menyebabkan warga Palestina mengungsi secara massal.Baca juga: Gencatan Senjata Gaza Rapuh, Israel Ancam Kembali Bertempur dengan HamasSelain Abu Obeida, Brigade al-Qassam juga mengonfirmasi kematian beberapa komandan senior lainnya, termasuk Mohammed Shabanah, kepala Brigade Rafah, Hakam al-Issa, dan Raed Saad.Sementara itu, dalam dua tahun terakhir, banyak pemimpin militer dan politik utama Hamas yang juga tewas, di antaranya pemimpin politik tertinggi Yahya Sinwar; komandan militer Mohammed Deif, salah satu pendiri Brigade al-Qassam pada 1990-an; dan kepala politik Ismail Haniyeh, yang dibunuh di ibu kota Iran, Teheran.Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Mohammed Sinwar menggantikan Deif sebagai kepala staf Brigade al-Qassam setelah Deif tewas.Ia memimpin kelompok tersebut dan melalui fase yang mereka sebut sangat sulit, sebelum akhirnya Sinwar sendiri terbunuh.Baca juga: Israel-Hamas Saling Tuduh, Apakah Gencatan Senjata Telah Dilanggar?Juru bicara Hamas yang baru, yang juga memakai julukan yang sama "Abu Obeida" juga menyinggung situasi politik yang terjadi saat ini.
(prf/ega)
Hamas Konfirmasi Kematian Juru Bicara Abu Obeida dan Mohammed Sinwar, Siapa Penggantinya?
2026-01-11 23:01:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:32
| 2026-01-11 22:41
| 2026-01-11 22:33
| 2026-01-11 21:37
| 2026-01-11 21:16










































