Tren Mobil Listrik Bekas di Indonesia: Apa Kata Pedagang?

2026-01-12 06:03:21
Tren Mobil Listrik Bekas di Indonesia: Apa Kata Pedagang?
JAKARTA, - Pedagang mobil bekas masih berhati-hati menerima stok mobil listrik dari China.Sebab, peningkatan di segmen mobil baru belum tentu diikuti oleh bursa mobil bekas.Baca juga: Ducati Bandingkan Performa Tim Satelit Gresini dan VR46 Racing TeamRama dari Rama Dagang Mobil di Bintaro mengatakan, dirinya enggan mengambil stok mobil China, terutama yang berjenis listrik, karena harga mobil listrik baru terus turun sehingga ikut menekan harga di pasar mobil bekas.Dok. Wuling Motors Dari total 1.077 sesi di GIIAS 2025, BinguoEV menjadi model yang paling banyak dicoba (63 persen), diikuti Cloud EV (17 persen), Air ev (15 persen), Alvez (3 persen), dan Almaz (2 persen).“Saya belum mau ambil mobil China. Soalnya mobil China saat ini yang bagus kan mobil listrik, kalau mobil bensinnya kurang," ujar Rama kepada Kompas.com, Senin ."Tapi mobil listrik bekas juga mau kita bayarin berapa? Kita ambil berapa, jual berapa. Sedangkan mobil listrik yang baru juga makin murah, semenjak ada Atto 1 kan. Sulit bersaing dengan harga barunya," katanya."Terus, trennya mobil bekas listrik emang belum ke sana sepertinya. Karena (untuk mobil listrik) orang beli baru. Terus kan ada beberapa garansi yang gugur kalau mobil bekas listrik," kata Rama.Baca juga: Gathering Nasional Indonesia Kijang Club ke-16, Usung Tema HybridHal lainnya adalah soal depresiasi harga mobil listrik bekas.Ilham Karim/Kompas.com Wuling Almaz 2022, cerita dari pemilik.Penurunan harga mobil listrik bekas bisa mencapai 30 persen.Baca juga: Power Split Device, Kunci di Balik Efisiensi Veloz HybridSementara itu, Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, menilai tren mobil China belakangan mulai terasa di pasar mobil bekas, tetapi bukan model listrik, melainkan mesin bensin.“Kami sempat ambil stok mobil China, dan ternyata mobil bensinnya juga lagi jalan. Mungkin karena harganya murah dan teknologinya canggih, jadi orang beli tanpa banyak mikir soal risiko kerusakan,” kata Andi.Salah satu model yang cukup mendapatkan perhatian adalah Wuling Almaz.Harganya bekasnya turun cukup dalam sehingga banyak pembeli mulai melirik.“Misalnya Wuling Almaz, banyak peminatnya karena sekarang harganya sudah turun. Tahun 2019 bisa dapat di kisaran Rp 140 juta – Rp 150 juta,” ucapnya.“Kalau mobil Jepang, (harga segitu) paling aman Avanza, ya karena sudah ‘sejuta umat’. Kalau model lain, misalnya CR-V, dapatnya tahun-tahun lama, mungkin 2012–2013,” katanya.


(prf/ega)