Anggota DPR Keluhkan BMKG Lambat Informasikan Cuaca Ekstrem

2026-01-12 06:53:34
Anggota DPR Keluhkan BMKG Lambat Informasikan Cuaca Ekstrem
JAKARTA, - Anggota Komisi V DPR RI Haryanto menilai Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum menyampaikan informasi peringatan cuaca ekstrem secara cepat dan merata di berbagai daerah.Haryanto mengatakan, sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kejadian cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba, tetapi informasi dari BMKG sering datang terlambat.“Yang kaitannya dengan BMKG, bahwa akhir-akhir ini memang cuaca ekstrem. Banyak kejadian-kejadian bencana alam yang tidak terduga, itu di beberapa daerah, baik di luar Jawa, di Jawa Tengah, maupun di daerah-daerah di Jawa Barat dan lain-lain,” ujar Haryanto dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan BMKG dan Basarnas, Selasa .Baca juga: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Februari 2026 “Nampaknya informasi itu agak terlambat, kalau menurut kami karena berbagai faktor,” imbuh dia.Politikus PDI-P itu berpandangan salah satu faktor yang perlu diperkuat adalah program Sekolah Lapang.Apalagi, program itu disebut menjadi sarana peningkatan pemahaman warga terhadap informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.Namun, cakupan dan jumlah peserta program Sekolah Lapang yang dijalankan BMKG masih terbatas.Baca juga: BMKG Prakirakan Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 11-12 November 2025“Tadi sudah disinggung teman-teman, Sekolah Lapang ini banyak mempunyai fungsi membantu, membantu. Sehingga kalau misalnya cakupannya itu tidak meluas, volumenya itu hanya terbatas, itu tidak bisa memberikan informasi yang khususnya kepada BMKG. Tidak hanya mengandalkan institusi yang ada,” ujar Haryanto.Oleh karena itu, Haryanto mendorong agar program Sekolah Lapang diperluas di lebih banyak daerah dan dengan jumlah peserta yang lebih besar.“Kalau punya bekal Sekolah Lapang ini diperluas, kemudian volumenya juga ditambah, itu lain,” kata dia.Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke DepanDalam rapat tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca dan pemahaman masyarakat melalui berbagai program edukasi, termasuk Sekolah Lapang.“Untuk Sekolah Lapang, bahwa untuk tahun 2025 total peserta adalah 4.419 orang yang dilaksanakan di 25 provinsi,” ujar Faisal.Dia menyebut kegiatan tersebut kini mencakup Sekolah Lapang Gempa, Sekolah Lapang Iklim, dan Sekolah Lapang Cuaca bagi nelayan.Baca juga: Prakiraan BMKG, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke DepanFaisal turut menyampaikan capaian kinerja BMKG selama 3 bulan terakhir hingga September 2025, berdasarkan data aplikasi E-Kinerja.Dalam laporan tersebut, akurasi informasi BMKG disebut mencapai lebih dari 100 persen, sedangkan indeks kepuasan pengguna layanan sebesar 99,73 persen.


(prf/ega)