Anak Epy Kusnandar: Qorin 2 Film Pertama dan Terakhir Aku Satu Project sama Papi

2026-01-14 23:08:03
Anak Epy Kusnandar: Qorin 2 Film Pertama dan Terakhir Aku Satu Project sama Papi
JAKARTA, - Pujian dilontarkan anak Epy Kusnandar, Quentin Stanislavski, terhadap mendiang ayahnya selama berkiprah di dunia akting.Quentin mengaku merasa bangga dengan mendiang ayahnya. Bahkan, Quentin menyebut ayahnya merupakan aktor yang hebat.“Yang pasti aku sangat bangga banget bisa satu frame sama papi, aktor Indonesia yang sangat hebat. Dia banyak bantu aku buat di film ini dan di film-film lainnya juga,” kata Quentin saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.Baca juga: Barang Mendiang Epy Kusnandar Akan Dimuseumkan, Istri: Jauh dari KemewahanQuentin berjanji akan selalu mengingat pesan-pesan Epy Kusnandar ke depan, mengingat saat ini dia juga berkecimpung di dunia akting.“Yang pasti ilmu-ilmu yang papi kasih bakal selalu aku hati, sama kayak aku bisa seperti papi bahkan lebih,” tutur Quentin.Diketahui, ayah dan anak ini terlibat dalam proyek film bersama berjudul Qorin 2.Bagi Quentin, ini menjadi proyek pertama dan terakhir bersama ayahnya dalam satu film.Baca juga: Anak Ungkap Barang Peninggalan Epy Kusnandar yang Akan Selalu Dipakainya“Ini film pertama dan terakhir aku satu project sama Papi main bareng,” ungkap Quentin.Dalam kesempatan itu, Quentin mengungkap momen membekas antara dia dan ayahnya selama proses syuting.“Momen paling membekas itu justru bukan saat latihan atau saat syuting. Justru saat proses bepergian mau ke tempat latihan. Itu udah lama banget aku udah enggak boncengan motor sama Papi,” tutur Quentin.Dalam film ini, Epy Kusnandar memerankan tokoh kepala sekolah bernama Guntur, sementara Quentin berperan sebagai salah satu murid SMA yang memiliki ayah seorang ustaz.Baca juga: Jejak Terakhir Mendiang Epy Kusnandar di Film Qorin 2Qorin 2  mengisahkan tentang Makmur, seorang ayah yang marah ketika anaknya, Jaya, menjadi korban perundungan brutal di sekolah.Setelah upaya melaporkan ke sekolah tidak digubris, Makmur memutuskan untuk balas dendam dengan cara apa pun, bahkan bersekutu dengan jin qorin untuk mendapatkan kekuatan gaib.Sementara itu, guru BP, Fitri, juga mengusut kasus perundungan ini dan menemukan misteri yang lebih gelap di kampung tempat mereka tinggal, di mana warga mulai berperilaku aneh dan seperti kehilangan kesadaran.Film arahan Ginanti Rona ini dibintangi oleh Fedi Nuril, Ali Fikry, Wavi Zihan, Muzakki Ramdhan, Epy Kusnandar, Quentin, dan masih banyak lagi.Film ini akan tayang di bioskop pada 11 Desember 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-14 21:00