Tidak Semua Orang Butuh Tidur 8 Jam, Ini Penjelasan Pakar

2026-01-13 06:37:13
Tidak Semua Orang Butuh Tidur 8 Jam, Ini Penjelasan Pakar
- Tidur delapan jam per malam sering dianggap sebagai patokan ideal untuk semua orang. Padahal, kebutuhan tidur setiap orang bisa berbeda-beda dan tidak selalu ditentukan dari durasinya saja.Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memang berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh dan kesehatan mental.Psikolog klinis sekaligus pakar tidur dan kognisi, dr. Tony Cunningham, mengatakan bahwa tidur tidak hanya soal jumlah jam, melainkan bagaimana tubuh mengatur dan menjalani proses tidur itu sendiri.“Tidur dipengaruhi oleh dua hal berbeda, yaitu tekanan tidur dan ritme sirkadian,” ujar Cunningham melansir dari CNN Health, Senin .Baca juga: Cara Melatih Anak Mandiri lewat Kamar Tidur, Simak Tips dari PsikologCunningham menjelaskan bahwa tekanan tidur akan meningkat seiring lamanya seseorang terjaga dan akan berkurang saat tidur. Inilah yang membuat tubuh terasa makin mengantuk setelah beraktivitas seharian.“Tekanan tidur itu seperti rasa lapar. Makin lama kita tidak tidur, dorongannya akan makin kuat,” kata Cunningham.Sementara itu, ritme sirkadian merupakan jam biologis alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun dalam 24 jam. Ritme ini bekerja secara otomatis dan dikendalikan oleh otak, bukan sekadar mengikuti jam atau kebiasaan.Baca juga: Apa Itu Ritme Sirkadian dan Sleep Pressure? Faktor Penting untuk Tidur BerkualitasMeski cahaya dan lingkungan sekitar dapat memengaruhi ritme sirkadian, sinyal utamanya tetap berasal dari sistem saraf. Hal inilah yang membuat seseorang bisa merasa lebih segar pada waktu tertentu, atau justru mengantuk pada jam-jam yang sama setiap hari.Jika tekanan tidur dan ritme sirkadian tidak selaras, misalnya akibat jadwal tidur yang tidak teratur atau sering berganti-ganti, kualitas tidur bisa menurun meski durasinya terlihat cukup.Baca juga: 6 Cara Tidur Kembali Saat Terbangun Tengah MalamMenurut Cunningham, membiasakan bangun pada jam yang sama setiap hari justru berdampak positif pada kualitas tidur dibandingkan memaksakan jam tidur tertentu.“Bangun di waktu yang konsisten bisa lebih membantu tubuh membangun pola tidur yang sehat dibandingkan memaksa tidur saat belum mengantuk,” ujarnya.Ia menyarankan agar seseorang baru berbaring di tempat tidur ketika benar-benar merasa mengantuk. Jika tidak bisa tertidur dalam 20-30 menit, itu menandakan tekanan tidur belum cukup.Dalam kondisi tersebut, aktivitas ringan seperti meditasi, mandi air hangat, atau meredupkan lampu bisa membantu tubuh bersiap untuk tidur.Baca juga: Sering Susah Tidur? Cobalah Mandi Gelap


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 04:32