/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta berpose setelah diwawancara Kompas.com dalam program Gaspol di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa . – Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta menyampaikan rencana pembukaan kantor cabang bank dari Indonesia di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab masuk daftar negara tujuan.“Dalam waktu dekat, kita akan coba buka dan dorong perbankan Indonesia membuka cabang di Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA),” kata Anis saat ramah tamah dengan lembaga pendidikan Islam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.Ia menyebut tiga bank telah menyatakan kesiapan. Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI) masuk dalam rencana ekspansi ini.“Dengan pertumbuhan polusi WNI di negara-negara itu cukup pesat, kita mulai membangun infrastruktur. Ke depan kita usahakan penerbangan internasional lebih maksimal lagi, fasilitas ini sedang kita kerjakan,” ujar dia.Baca juga: Incar Kawasan Industri, Bank CTBC Buka Kantor Cabang di SemarangAnis menilai pembukaan cabang bank nasional akan mempermudah layanan bagi WNI di Timur Tengah sekaligus membuka ruang bisnis baru dengan negara kawasan tersebut.Ia bercerita dalam kunjungan bilateral ke India dan Aljazair beberapa waktu lalu, dua negara itu menyampaikan minat kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia.“Mereka senang mendengar pembicaraan kita. Sekarang kita ada undangan untuk datang ke negara itu, mereka penasaran dengan langkah dan sikap kita selanjutnya,” ujar dia.Menurut Anis, Kemlu kini memiliki direktorat jenderal baru yang khusus menangani perekonomian. Struktur ini diharapkan dapat memperkuat diplomasi ekonomi dan perluasan kerja sama dagang.Ia juga menyampaikan rencana pembukaan desk Kemlu di seluruh provinsi secara bertahap. Desk ini akan membantu pemetaan potensi bisnis daerah dan menjembatani pelaku usaha dengan pasar luar negeri.Baca juga: Banjir dan Longsor Aceh, 72 Persen Layanan Kantor Cabang BSI di Aceh Beroperasi NormalIa kemudian menyinggung kondisi global. Menurut dia, Eropa sedang menghadapi krisis besar. Konflik Amerika–China juga akan menekan arus investasi dari negara barat ke China.“Tidak akan ada teknologi baru yang masuk, dan pasar China mulai tertutup di banyak tempat,” ujar dia.Situasi global itu membuat Kemlu menyiapkan strategi baru untuk menangkap peluang di Timur Tengah, termasuk lewat ekspansi layanan perbankan.“Tetapi kita harus akui birokrasi masih menjadi tantangan di Indonesia karena kadang proses terhambat, alur investasi jangan membuat orang kesulitan. Ini sedang kita coba kerjakan dalam otoritas Kemlu. Kita bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Kementerian Perdagangan untuk memudahkan proses kebijakan, saya kira ke depan ini peluang bagus,” ujar Anis.
(prf/ega)
BSI, Mandiri, dan BNI Disiapkan Buka Cabang di Arab Saudi, Qatar, dan UEA
2026-01-12 05:00:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:54
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 03:03
| 2026-01-12 03:02










































